GLOBAL

Peluncuran Rudal Canggih Garda Revolusi Iran Bikin Amerika Serikat Panas Dingin

×

Peluncuran Rudal Canggih Garda Revolusi Iran Bikin Amerika Serikat Panas Dingin

Sebarkan artikel ini
Penampakan Kapal induk AS USS Ronald Reagan. (Reuters/Yonhap News Agency)

MITRABERITA.NET | Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan peluncuran rudal pertahanan udara terbaru dalam sebuah latihan militer di perairan strategis Selat Hormuz.

Sistem senjata tersebut dinilai mampu memperkuat kemampuan pertahanan laut Iran sekaligus memicu kekhawatiran baru di kalangan negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

Latihan militer itu dilakukan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi dengan skema kontrol cerdas, yang untuk pertama kalinya mengoperasikan rudal pertahanan udara versi laut. Rekaman peluncuran bahkan disiarkan oleh media Iran, menunjukkan momen saat rudal Sayyad 3 G ditembakkan secara vertikal dari kapal perang Sayyad Shirazi.

Dikutip dari Al Jazeera, pada Senin (23/2/2026), rudal Sayyad 3 G diluncurkan secara vertikal dengan ketinggian tempur mencapai 30 KM.

Sistem peluncuran vertikal tersebut dinilai memberi keunggulan taktis bagi kapal perang Iran. Dengan mekanisme itu, kapal tidak perlu lagi berbelok ke arah sasaran sebelum meluncurkan rudal, sehingga respons terhadap ancaman dapat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, rudal tersebut diklaim memiliki kecepatan hingga 6.700 kilometer per jam. Kecepatan tinggi ini dinilai penting karena setiap rudal pencegat harus melampaui kecepatan targetnya agar mampu menetralkan ancaman udara secara efektif. Sementara itu, jangkauan operasionalnya disebut mencapai hingga 150 kilometer.

Lebih jauh, sistem rudal tersebut tidak bekerja sebagai platform tunggal. Rudal beroperasi dalam jaringan pertahanan udara terpadu yang berada di bawah komando dan kendali sistem pertahanan Iran. Dengan demikian, kemampuan deteksi, pelacakan, dan intersepsi dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Teknologi ini juga disebut mampu membentuk payung pertahanan udara bagi kapal-kapal perang Iran dengan radius perlindungan hingga 300 kilometer. Dengan cakupan tersebut, kapal militer Iran dinilai memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi terhadap ancaman serangan udara maupun rudal musuh.

Pengumuman dan uji coba rudal ini memperlihatkan upaya Iran untuk terus memperkuat kemampuan militernya, terutama di wilayah strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Langkah ini pun diperkirakan akan semakin mempertegang dinamika keamanan kawasan serta memicu respons dari negara-negara yang selama ini bersaing dengan Teheran di panggung geopolitik global. []

Media Online