EDUKASI

Murthalamuddin: Pendidikan Aceh Harus Jujur, Tulus, dan Mendorong Kemandirian Anak Bangsa

×

Murthalamuddin: Pendidikan Aceh Harus Jujur, Tulus, dan Mendorong Kemandirian Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan dan membuka Ajang Asia 2025 di Sekolah Alfityan Aceh Besar. Foto: Humas Disdik Aceh

MITRABERITA.NET | Pembukaan Asia 2025 di Sekolah Alfityan Aceh Besar berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Mengusung tema “Unfold the Board, Unlock the Fun”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Aceh untuk menegaskan arah baru menuju pembelajaran yang lebih kreatif, inklusif, dan modern.

Acara ini dihadiri ratusan siswa, guru, orang tua, serta tokoh pendidikan Aceh. Suasana pembukaan menjadi semakin bermakna dengan peluncuran Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026–2027, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memastikan proses seleksi siswa baru berlangsung lebih transparan, cepat, dan efisien.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.Pd., yang membuka acara tersebut, menegaskan bahwa masa depan pendidikan Aceh harus dibangun di atas fondasi kejujuran, integritas, dan kesungguhan.

“Kita bekerja untuk Indonesia. Kita ingin generasi setelah kita, anak-anak kita dan para ibu, menjadi tuan di negeri sendiri, berdaulat, dan mampu menikmati anugerah Allah melalui pemberdayaan pendidikan yang nyata,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis Dinas Pendidikan Aceh, Rabu 19 November 2025.

Murthalamuddin menekankan bahwa inovasi SPMB bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan keberanian lembaga pendidikan membuka ruang yang lebih adil, ramah, dan terukur bagi setiap calon peserta didik.

Dengan sistem digital ini, sekolah-sekolah di Aceh diharapkan dapat memperkuat layanan, meningkatkan akuntabilitas, sekaligus membangun kepercayaan publik.

Tema Asia 2025 tahun ini menggambarkan semangat keterbukaan dan kebebasan berekspresi dalam proses belajar-mengajar. Menurut Murthalamuddin, pendidikan masa kini tidak lagi sebatas ruang formal dan kaku, tetapi harus menjadi ruang eksplorasi dan kolaborasi.

“Pendidikan harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Siswa perlu diberi ruang untuk mencoba, bereksperimen, dan menikmati proses belajar sebagai petualangan yang menggembirakan,” tegasnya.

Pembukaan Asia 2025 di Alfityan Aceh Besar ini menjadi penanda bahwa Aceh sedang memasuki era pendidikan yang lebih progresif, menggabungkan dukungan pemerintah, teknologi, dan partisipasi aktif komunitas pendidikan.

Dengan hadirnya SPMB digital dan semangat inovasi yang terus berkembang, harapan untuk menghadirkan generasi Aceh yang berdaya, mandiri, dan berdaulat semakin dekat untuk diwujudkan.

Editor: Redaksi

Media Online