MITRABERITA.NET | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, meminta PT PLN (Persero) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik menjelang bulan suci Ramadan. Permintaan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah serta mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan.
Politisi dari Fraksi Partai NasDem itu menegaskan, stabilitas pasokan listrik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama saat meningkatnya aktivitas ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sahur dan berbuka puasa yang umumnya berlangsung pada malam hingga dini hari.
“Menjelang Ramadan, kebutuhan listrik masyarakat meningkat, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah. Karena itu, kami meminta PLN untuk memastikan kesiapan agar gangguan listrik dapat diminimalisir,” ujar Daniel Abdul Wahab di Banda Aceh, Jumat (6/2/2026).
Menurut Daniel, jika gangguan listrik terjadi saat Ramadan tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beribadah, tetapi juga berpotensi berdampak pada pelaku usaha, khususnya sektor kuliner dan UMKM yang mengalami peningkatan aktivitas selama bulan puasa.
Ia juga mendorong PLN untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan listrik, gardu distribusi, serta melakukan pemeliharaan rutin guna mencegah gangguan teknis. Selain itu, Daniel meminta PLN menyiapkan langkah cepat tanggap jika terjadi gangguan listrik di lapangan.
“Kami berharap PLN dapat melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami gangguan serta menyiapkan petugas siaga selama Ramadan. Respons cepat terhadap laporan masyarakat juga menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.
Daniel turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keselamatan penggunaan listrik di lingkungan masing-masing, seperti memastikan instalasi listrik rumah tangga dalam kondisi baik serta tidak menggunakan perangkat listrik secara berlebihan.
Ia berharap sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan kondisi kelistrikan yang stabil selama Ramadan, sehingga umat Muslim di Banda Aceh dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. []














