GLOBALUTAMA

Konflik Energi Seret AS–Rusia ke Ambang Perang Dunia III

99
×

Konflik Energi Seret AS–Rusia ke Ambang Perang Dunia III

Sebarkan artikel ini
Rusia mengirimkan kapal selam untuk mengawal kapal tanker yang dikejar AS. Foto: X-@theinformant_x

MITRABERITA.NET | Ketegangan geopolitik kembali meningkat di Samudra Atlantik Utara setelah Rusia dilaporkan mengerahkan kapal selam dan kapal angkatan laut lainnya untuk mengawal sebuah kapal tanker minyak yang tengah diburu oleh Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat menuding bahwa kapal tanker tersebut telah melanggar sanksi Washington karena diduga mengangkut minyak Iran dan minyak Venezuela.

Seperti dilansir Sindonews, kapal tanker yang kini bernama Marinera itu terpantau berada di perairan internasional antara Islandia dan Kepulauan Inggris.

Kapal tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Bella 1 dan semula berbendera Guyana, sebelum berganti nama dan terdaftar sebagai kapal berbendera Rusia.

Meski saat ini dilaporkan dalam kondisi kosong, kapal tersebut memiliki rekam jejak mengangkut minyak mentah Venezuela yang berada di bawah sanksi AS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu secara terbuka menyatakan telah memerintahkan “blokade” terhadap kapal kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan keluar-masuk Venezuela.

Kebijakan sepihak Amerika Serikat tersebut menuai kecaman dari pemerintah Venezuela yang menyebutnya sebagai bentuk “pencurian” di laut internasional.

Situasi semakin memanas setelah sejumlah pesawat militer AS terdeteksi melakukan penerbangan intensif di kawasan Atlantik Utara, tepat di area tempat Marinera dilaporkan berada.

Data pelacakan dari FlightRadar24 menunjukkan keberadaan pesawat pengisian bahan bakar udara-ke-udara milik AS serta beberapa pesawat yang dioperasikan Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS untuk misi pengintaian, sebagaimana diverifikasi oleh BBC Verify.

Dua pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada CBS News, mitra BBC di AS, bahwa Rusia telah mengirim kapal selam dan kapal perang untuk mengawal Marinera.

Upaya Penjaga Pantai AS untuk menaiki kapal tersebut sebenarnya telah dilakukan bulan lalu di wilayah Karibia, ketika Marinera diyakini menuju Venezuela. Penjaga Pantai AS bahkan telah mengantongi surat perintah penyitaan atas dugaan pelanggaran sanksi.

Namun, sebelum proses naik ke kapal dilakukan, Marinera secara dramatis mengubah haluan dan berbalik menuju Eropa, bertepatan dengan kedatangan sekitar 10 pesawat angkut militer AS serta helikopter di kawasan tersebut.

Rusia kemudian menyatakan tengah “memantau dengan penuh perhatian” situasi yang berkembang. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kapal tersebut beroperasi secara sah.

“Saat ini kapal kami berlayar di perairan internasional Atlantik Utara di bawah bendera Federasi Rusia dan sepenuhnya mematuhi norma hukum maritim internasional,” kata pernyataan resmi Moskow.

Rusia juga menilai perhatian militer AS dan NATO terhadap kapal tersebut “tidak proporsional” mengingat statusnya yang disebut damai.

Sementara itu, Komando Selatan militer AS menyatakan tetap siaga menghadapi kapal-kapal yang dikenai sanksi.

“Kami siap mendukung mitra badan pemerintah AS dalam melawan kapal dan aktor yang dikenai sanksi yang melintas di wilayah ini,” tulis pernyataan resmi mereka di media sosial.

Data pelacakan Automatic Identification System (AIS) dari Marine Traffic menunjukkan bahwa pada Selasa pagi, Marinera berada sekitar 300 kilometer di selatan garis pantai Islandia.

Dalam dua hari sebelumnya, kapal tersebut terpantau bergerak ke arah utara melewati pantai barat Inggris, setelah membatalkan rute menuju Venezuela.

Para analis menyebut perubahan nama dan bendera kapal tidak serta-merta melindunginya dari penegakan hukum.

Analis risiko maritim Kpler, Dimitris Ampatzidis, mengatakan bahwa tindakan AS didasarkan pada identitas kapal, jaringan kepemilikan, serta riwayat sanksi, bukan sekadar nama atau bendera yang dikibarkan.

Analis intelijen maritim Windward, Michelle Bockmann, menilai pergantian registrasi ke Rusia dapat mempersulit penegakan hukum AS, namun langkah tersebut tergolong tidak lazim dan biasanya hanya dilakukan oleh kapal tanker “armada gelap”.

Ketegangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengejutkan dunia dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas dalam sebuah operasi militer besar.

Sejak peristiwa tersebut, BBC Verify mengidentifikasi sedikitnya 19 kapal tanker minyak yang dikenai sanksi AS telah beralih ke registrasi Rusia, termasuk Marinera, menandai babak baru eskalasi konflik geopolitik di jalur perdagangan energi global.

Editor: Redaksi

Media Online