MITRABERITA.NET | Upaya memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia terus diperkuat. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menargetkan sedikitnya 300 ribu nasabah ultra mikro di Aceh membuka rekening tabungan melalui kolaborasi strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kerja sama yang ditandatangani di Jakarta ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat akses layanan keuangan syariah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung pengembangan ekonomi inklusif di daerah. Pada tahap awal, BSI akan memfasilitasi layanan perbankan berupa tabungan bagi sekitar 300 ribu pelaku UMKM ultra mikro di Provinsi Aceh.
Pemilihan Aceh sebagai wilayah prioritas dinilai strategis mengingat komitmen BSI dalam memperkuat sistem keuangan syariah di daerah tersebut. Selain itu, BSI saat ini menjadi bank syariah dengan dominasi layanan terbesar di Aceh, sehingga diharapkan mampu mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa perseroan terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan syariah ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya sektor UMKM.
“BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang dapat dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Sepanjang 2025, pembiayaan UMKM BSI tumbuh signifikan hingga mencapai Rp52,30 triliun,” ujar Anton.
Ia menambahkan, penguatan sektor UMKM tidak hanya dilakukan melalui pembiayaan, tetapi juga lewat pendampingan dan pelatihan melalui BSI UMKM Centre. Hingga kini, program tersebut telah membina lebih dari 4.900 UMKM yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Menurutnya, pembukaan rekening tabungan bagi pelaku usaha ultra mikro juga menjadi pintu masuk penting dalam meningkatkan transparansi pengelolaan transaksi keuangan. Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertata, pelaku UMKM diharapkan menjadi lebih bankable sehingga lebih mudah mengakses pembiayaan.
Secara kinerja, BSI mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp380 triliun atau tumbuh 16,20 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah atau CASA mencapai 61,62 persen dengan nilai Rp234 triliun.
Melalui kerja sama ini, BSI dan PNM menargetkan integrasi layanan perbankan yang lebih komprehensif. Integrasi tersebut mencakup kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta penyediaan berbagai fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas penetrasi layanan keuangan formal yang aman, efisien, dan berkelanjutan di komunitas usaha ultra mikro. Selain itu, sinergi ini juga diproyeksikan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan kapasitas pengelolaan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
Langkah ini sekaligus sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan pelaku usaha kecil melalui penyediaan akses permodalan, pendampingan usaha, serta berbagai program peningkatan kapasitas guna memperkuat daya saing UMKM di Indonesia. []














