DAERAHTNI/POLRI

Kodam IM Lakukan Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir Aceh

524
×

Kodam IM Lakukan Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir Aceh

Sebarkan artikel ini
Tim Kesehatan Kesdam Iskandar Muda memberikan pelayanan medis di posko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Pendam IM

MITRABERITA.NET | Kesdam Iskandar Muda terus meningkatkan peran kemanusiaan dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Dengan mendirikan posko posko kesehatan di daerah terdampak, TNI Angkatan Darat memberikan layanan medis terpadu bagi ribuan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan darurat.

Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Penanggulangan Bencana (Timkes Gulbencal) Kesdam IM yang tergabung dalam posko kesehatan gabungan di Kabupaten Bener Meriah, Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya, mulai Senin (22/12/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kodam IM dalam mendukung upaya kemanusiaan sekaligus membantu pemerintah daerah menangani dampak kesehatan pascabencana.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan akses di beberapa lokasi, seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan dukungan cuaca yang relatif cerah.

Di Kabupaten Bener Meriah, Tim Kesehatan Gabungan Kesdam IM memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik pengungsian dan pemukiman warga.

Layanan medis dilaksanakan di menasah Desa Pantan Kuli, Kecamatan Mesidah, serta melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga di Desa Cemparam Jaya. Selain itu, pelayanan juga dibuka di Posko BPBD Desa Mangku, Kecamatan Bandar.

Tak hanya fokus pada pelayanan medis, Timkes Kesdam IM juga melaksanakan play therapy (trauma healing) bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan psikologis anak pascatrauma akibat banjir dan longsor.

Di wilayah ini, sebanyak 110 pasien menerima layanan kesehatan, terdiri dari 82 orang dewasa, 13 lansia, serta 15 anak dan balita. Keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani meliputi hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam, penyakit kulit, serta perawatan luka.

Pelayanan kesehatan di Bener Meriah didukung oleh 19 personel gabungan, yang terdiri dari dokter militer, dokter spesialis dan umum, perawat, relawan Universitas Padjadjaran (UNPAD), personel Koramil 01/Bandar, serta dukungan Persit Kartika Chandra Kirana.

Meski demikian, tim masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan bahan bakar minyak, akses medan yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, serta terbatasnya jaringan komunikasi. Untuk itu, Kesdam IM mengajukan dukungan tambahan berupa perlengkapan infus dan peralatan perawatan luka.

Ribuan Warga Terlayani di Bireuen

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, cakupan pelayanan kesehatan tercatat lebih luas. Posko Kesehatan Gabungan melayani 1.179 warga, yang tersebar di posko induk dan posko kesehatan di berbagai kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.012 pasien dewasa, 35 lansia, serta 132 anak dan balita.

Penyakit yang paling banyak ditangani antara lain gatal-gatal, ISPA, demam, dan diare. Pelayanan ini melibatkan 42 personel tenaga medis gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan sejumlah puskesmas, seperti Puskesmas Juli, Siblah Krueng, Gandapura, Kuta Blang, Mon Kelayu, Peusangan Selatan, Kota Juang, Samuti, dan Jangka.

Pelayanan kesehatan di Bireuen dilaksanakan secara terpadu guna memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkesinambungan.

Pelayanan Lapangan di Pidie dan Pidie Jaya

Di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Tim Dokter Militer Kesdam IM juga melaksanakan pelayanan kesehatan lapangan, khususnya di Desa Dayah Calih, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 64 pasien mendapatkan layanan medis, terdiri dari 42 pasien dewasa, 14 lansia, serta 8 anak dan balita.

Keluhan kesehatan yang dominan di wilayah ini antara lain dispepsia, hipertensi, myalgia, ISPA, serta penyakit jantung koroner (CAD).

Pelayanan didukung oleh personel gabungan dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta Dinas Kesehatan setempat, dengan dukungan ambulans, obat-obatan, serta makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.

Editor: Redaksi

Media Online