MITRABERITA.NET | Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan daging untuk tradisi Meugang menjelang Idul Fitri tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Tradisi khas masyarakat Aceh tersebut diperkirakan tetap berlangsung semarak, seiring terjaganya pasokan ternak di seluruh wilayah.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa kebutuhan daging pada perayaan Meugang umumnya berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton. Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi Dinas Peternakan Aceh di lapangan, stok yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk Meugang Idul Fitri tahun ini, kebutuhan daging dipastikan tercukupi dan aman,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip media ini, Selasa 17 Maret 2026.
Data pemerintah menunjukkan, stok sapi yang tersebar di seluruh Aceh mencapai 16.381 ekor, dengan estimasi pemotongan sekitar 7.245 ekor. Selain itu, tersedia pula 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba sebagai alternatif sumber daging bagi masyarakat.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa harga daging berpotensi mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di tengah mekanisme pasar yang dinamis.
Saat ini, harga daging di pasaran berkisar antara Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram, sedikit lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Gubernur Aceh telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan harga di lapangan guna mencegah spekulasi yang merugikan masyarakat. Pemerintah juga mengimbau para pedagang agar menetapkan harga secara wajar demi menjaga daya beli masyarakat.
“Diharapkan para pedagang dapat memperhatikan harga yang layak sehingga masyarakat tetap dapat merayakan Meugang dengan nyaman,” tambahnya.
Pemerintah Aceh menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menyampaikan informasi terbaru kepada publik apabila terjadi perubahan signifikan. []
Editor: Redaksi






















