DAERAHTNI/POLRI

Karya Bhakti TNI Pulihkan Meunasah, Warga Krueng Baroh Kembali Beribadah

62
×

Karya Bhakti TNI Pulihkan Meunasah, Warga Krueng Baroh Kembali Beribadah

Sebarkan artikel ini
Prajurit Yonarmed 17/Rencong Cakti bergotong royong membersihkan lumpur di Meunasah Krueng Baroh, Desa Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, pada Rabu (7/1/2026). Foto: Pendam IM

MITRABERITA.NET | Setelah lebih dari sebulan terdampak banjir, Meunasah Krueng Baroh di Desa Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, akhirnya dibersihkan melalui kegiatan karya bhakti yang melibatkan ratusan personel Batalyon Armed 17/Rencong Cakti (RC) Kodam Iskandar Muda, pada Rabu 7 Januari 2026.

Meunasah yang menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat tersebut sebelumnya tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai sekitar satu meter. Kondisi itu menyebabkan aktivitas keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan warga terhenti sejak banjir melanda wilayah tersebut.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, para prajurit Yonarmed 17/RC bahu-membahu membersihkan lumpur yang telah mengendap dan mengeras di lantai, dinding, serta lingkungan sekitar meunasah. Meski menghadapi medan yang berat, semangat prajurit tidak surut dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Pembersihan dilakukan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, arco, dan alat manual lainnya. Lumpur diangkat secara bertahap dan dibuang ke lokasi yang telah ditentukan. Proses pengerjaan berlangsung secara gotong royong, terkoordinasi, dan efisien guna mempercepat pemulihan fungsi meunasah.

Komandan Batalyon Armed 17/RC, Letnan Kolonel Arm Denapoleon Jayakarta, mengatakan kegiatan karya bhakti tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana.

“Meunasah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial. Karena itu, kami berupaya membantu agar meunasah ini bisa segera digunakan kembali,” ujar Denapoleon.

Ia menambahkan, keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui karya bhakti, TNI ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat yang tengah berupaya pulih.

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan semangat warga agar bersama-sama bangkit pascabencana,” jelasnya.

Denapoleon menegaskan bahwa Yonarmed 17/RC siap mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana maupun pemulihan fasilitas umum yang terdampak, sesuai dengan tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).

“Selama masih dibutuhkan, kami siap membantu. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat dan negara,” tegasnya.

Dengan rampungnya pembersihan tersebut, diharapkan Meunasah Krueng Baroh dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.

Sementara itu, Syahrul, salah seorang warga Desa Mayang Cut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada prajurit Yonarmed 17/RC atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Yonarmed 17/RC. Kehadiran para prajurit sangat membantu kami yang memiliki keterbatasan tenaga dan peralatan,” ungkapnya.

Editor: Redaksi

Media Online