MITRABERITA.NET | Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, memimpin langsung prosesi pembaretan 30 Bintara Remaja Satuan Brimob Polda Aceh di Mako Brimob Jeulingke, Banda Aceh, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat korps itu menjadi penanda resmi bergabungnya para bintara remaja ke dalam keluarga besar Korps Brimob Polri, pasukan elite yang dikenal dengan disiplin, loyalitas, dan kemampuan khusus dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan yang dipimpin Kapolda Aceh, dilanjutkan penghormatan jajar dan tradisi keliling Mako Brimob sebagai bagian dari pengenalan lingkungan kesatuan kepada para personel baru.
Suasana semakin semarak saat para bintara remaja mengikuti yel-yel khas Brimob dengan penuh semangat. Tradisi tersebut menjadi bagian dari penanaman jiwa korsa, kekompakan, dan mental pengabdian sebagai anggota Korps Brimob.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi penyematan baret biru oleh Kapolda Aceh kepada para bintara remaja. Baret biru tersebut menjadi simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai personel Brimob Polri.
Dalam amanatnya, Marzuki Ali Basyah menegaskan pentingnya menjaga kehormatan baret biru Brimob sebagai simbol disiplin dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Jangan nodai baret biru kita. Kita adalah pasukan yang dididik dengan disiplin tinggi,” tegas Kapolda Aceh di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran dan terus menjaga soliditas antar anggota.
“Pelanggaran-pelanggaran harus dikurangi dan dihilangkan. Sesama anggota harus saling mengingatkan agar tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Menurut Kapolda, tantangan tugas Brimob ke depan akan semakin kompleks seiring meningkatnya dinamika keamanan dan perkembangan kejahatan. Karena itu, personel Brimob dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis di lapangan.
Ia menekankan pentingnya pemeliharaan kemampuan khusus seperti penjinakan bom (Jibom), antiteror, hingga kemampuan pertempuran hutan agar kesiapsiagaan personel tetap terjaga dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh juga membagikan pengalamannya saat menjalani tradisi pembaretan Brimob di Watukosek, Jawa Timur, pada 1998 silam. Ia menegaskan bahwa seluruh personel Brimob di Indonesia memiliki semangat dan jati diri yang sama.
“Tidak ada Brimob Watukosek dan Brimob Polda. Semua sama, karena ilmunya satu. Yang ada hanya satu, yaitu Brimob,” katanya.
Kapolda turut mendorong personel Satbrimob Polda Aceh untuk terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, baik di tingkat nasional maupun internasional, demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Brimob.
Apel pembaretan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Dansat Brimob Polda Aceh, Danden Gegana, para Danyon, perwira, bintara, dan tamtama Satbrimob Polda Aceh.
Menutup amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan ucapan selamat kepada 30 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh yang telah menyelesaikan rangkaian latihan fisik dan mental hingga resmi menyandang baret biru Brimob.
“Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil. Brimob untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya.
Editor: Redaksi






















