TNI/POLRI

Kapolda Aceh Kenalkan Inovasi Sawah Portabel, Lumpur Pascabanjir Disulap Jadi Media Tanam Padi

×

Kapolda Aceh Kenalkan Inovasi Sawah Portabel, Lumpur Pascabanjir Disulap Jadi Media Tanam Padi

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memperagakan inovasi sawah portabel dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media penyemaian bibit padi di Aceh Tamiang, Jumat (6/2/2026). Foto: Humas Polri

MITRABERITA.NET | Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, memperkenalkan inovasi pertanian sederhana berupa konsep sawah portabel dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media penyemaian bibit padi.

Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai upaya membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap produktif sekaligus mendukung percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (6/2/2026), dan turut dihadiri Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol. Anang Sumpena, Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang, serta jajaran personel Polres Aceh Tamiang.

Kapolda Aceh menjelaskan, metode sawah portabel dilakukan dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir yang dimasukkan ke dalam ember sebagai media tanam. Cara ini dinilai praktis, murah, serta mudah diterapkan masyarakat, terutama ketika lahan persawahan belum dapat difungsikan secara optimal akibat dampak bencana.

“Metode ini memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tanam. Selain sederhana dan mudah diterapkan, inovasi ini diharapkan menjadi solusi agar masyarakat tetap produktif meskipun lahan persawahan terdampak bencana,” ujar Marzuki Ali Basyah.

Ia menambahkan, bibit padi yang digunakan dalam inovasi tersebut merupakan jenis Inbrida, yakni galur murni yang mampu melakukan penyerbukan sendiri, memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan baru, serta relatif tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.

“Bibit Inbrida dapat ditanam di lahan kering maupun basah. Masa panennya berkisar antara 87 hingga 125 hari, dan pascapanen bibitnya masih dapat dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Menurut Kapolda, inovasi sawah portabel tidak hanya bertujuan menjaga produktivitas masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya pascabencana secara berkelanjutan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir.

Program ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam mendukung pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana, sekaligus mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Editor: Redaksi

Media Online