EDUKASITNI/POLRI

Kapolda Aceh dan Pejabat Utama Polisi Datangi 22 SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar

3753
×

Kapolda Aceh dan Pejabat Utama Polisi Datangi 22 SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh dan Pejabat Utama Polisi Datangi 22 SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar. Foto: Humas Polri

MITRABERITA.NET | Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah kembali menggalakkan kegiatan Saweu Sikula sebagai upaya memelihara kamtibmas, yang bertujuan memberikan motivasi belajar dan membangun karakter generasi muda.

Pada Senin 15 September 2025, Kapolda Aceh memerintahkan seluruh pejabat utama untuk menjadi inspektur upacara bendera di 22 SMA sederajat, baik di Kota Banda Aceh maupun Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada para guru dan siswa atas kesempatan yang diberikan untuk menjadi irup pada upacara bendera.

Kehadiran pejabat polisi ke sekolah itu untuk menjalin silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar semakin bersemangat dalam belajar, disiplin, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci masa depan dan mengingatkan siswa untuk tidak pernah menyerah dalam meraih cita-cita, dengan tetap menghormati guru dan orang tua, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Selain itu, hormati bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan seluruh simbol negara, serta jaga persatuan dengan menjauhi sikap yang dapat menimbulkan perpecahan, karena masa depan bangsa berada di pundak generasi muda.

Selain itu, jenderal bintang dua dari Tangse itu mengingatkan siswa agar menanamkan sikap disiplin dan ketaatan terhadap aturan. Menurutnya, disiplin merupakan modal utama kesuksesan.

“Siswa yang terbiasa datang tepat waktu, bersikap jujur, dan melaksanakan tanggung jawab dengan baik akan menjadi warga negara yang taat hukum dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Abituren Akabri 1991 itu ikut turun langsung ke SMA N 3 Banda Aceh. Ia juga mengimbau siswa untuk menjauhi narkoba dan memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif seperti belajar, berolahraga, dan mengembangkan bakat.

Dengan begitu, ia berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan menjadi pelopor anti-narkoba di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Terkait kondisi di era digital, Kapolda Aceh juga mengimbau siswa untuk menggunakan media sosial dengan bijak, tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian,.

Ia mengharapkan siswa tetap menjadikan medsos sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan menambah pengetahuan, karena jejak digital akan mempengaruhi masa depan.

Selain itu, keselamatan berlalu lintas juga menjadi perhatian Kapolda Aceh. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm standar SNI, dan menghindari kebut-kebutan.

“Selama ini banyak kecelakaan di jalan yang melibatkan remaja akibat kelalaian atau ugal-ugalan,” ungkapnya.

Bukan itu saja, menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah maupun lingkungan sekitar juga tidak kalah penting.

“Jauhi tawuran, biasakan sikap saling menghormati, serta menolong sesama, agar terbentuk pribadi yang bertanggung jawab dan memberi teladan baik bagi orang lain,” imbau Kapolda.

Irjen Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa generasi muda adalah penentu wajah Aceh di masa depan. Karena itu, Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat bagi pelajar.

“Mari kita bersama-sama membangun Aceh yang aman, damai, dan sejahtera. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan perlindungan, serta meridhai setiap upaya kita dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Editor: Tim Redaksi

Media Online