DAERAHTNI/POLRI

Jembatan Garuda Rampung, Akses Warga di Bandar Baru Pidie Jaya Kembali Normal

242
×

Jembatan Garuda Rampung, Akses Warga di Bandar Baru Pidie Jaya Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Araa dan Desa Udueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, rampung dibangun dan kembali memulihkan akses transportasi warga, pada Kamis 1 Januari 2026. Foto: Pendam IM

MITRABERITA.NET | Akses transportasi warga di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, kini kembali normal setelah Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Araa dan Desa Udueng rampung dibangun. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata atas keterbatasan akses yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat setempat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) yang dikerjakan melalui sinergi Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodim 0102/Pidie bersama Tim Vertical Rescue Kemhan (VRA).

Proses pembangunan dinyatakan selesai pada Kamis sore 1 Januari 2026, sesuai dengan target yang telah direncanakan. Selama ini, kondisi geografis yang dipisahkan oleh aliran sungai menjadi kendala utama mobilitas warga Desa Araa dan Desa Udueng.

Keterbatasan akses tersebut berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. Dengan rampungnya Jembatan Gantung Garuda, hambatan tersebut kini teratasi.

Jembatan gantung sepanjang sekitar 35 meter dengan lebar 1,30 meter ini menjadi jalur vital penghubung antar desa. Keberadaannya sangat membantu warga, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menuntut ilmu.

Selain itu, jembatan ini juga memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan rasa aman dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Kecepatan dan ketepatan pengerjaan menjadi salah satu keunggulan pembangunan jembatan ini. Dalam waktu kurang lebih dua pekan, seluruh tahapan konstruksi berhasil diselesaikan secara optimal.

Mulai dari pengecoran pondasi tiang gapura, penarikan dan pemasangan seling utama, pemasangan papan lantai jembatan, pemasangan kawat beronjong pada dinding jembatan, hingga proses pengecatan akhir, semuanya dikerjakan dengan cermat dan sesuai standar teknis.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menyampaikan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Kemhan RI dan TNI dalam membantu pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kolaborasi antara Kemhan RI dan TNI ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga Desa Araa dan Desa Udueng,” ujarnya.

“Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, akses pendidikan anak-anak semakin mudah, serta aktivitas harian warga dapat berjalan lebih efektif dan aman,” sambungnya.

Meski belum diaktifkan secara resmi, jembatan tersebut sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama pejalan kaki dan anak-anak sekolah sebagai sarana lintas harian antar desa.

Antusiasme warga terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat yang kini tidak lagi harus menempuh jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh. Apresiasi juga datang dari aparatur desa.

Sekretaris Desa Araa, Rusdi, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jembatan ini sangat membantu masyarakat kami. Akses antar desa menjadi lebih dekat, aman, dan nyaman, terutama bagi anak-anak sekolah. Kami mewakili aparatur desa dan seluruh masyarakat Desa Araa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertahanan beserta jajaran TNI atas bantuan yang sangat bermanfaat ini,” ungkapnya.

Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Garuda tidak hanya menghadirkan sarana fisik penghubung antar desa, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Sinergi antara Kemhan RI, TNI, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut guna mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Editor: Redaksi

Media Online