MITRABERITA.NET | Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, kembali mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayah mereka digunakan sebagai basis operasi militer oleh pihak yang dianggap sebagai musuh Teheran.
Melalui pernyataan yang disampaikan di platform X pada Sabtu (28/3/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika diserang lagi melalui pangkalan militer AS di Timur Tengah.
“Kami telah berkali-kali mengatakan Iran tidak melakukan serangan pendahuluan, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami menjadi sasaran,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi negara-negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat. Iran meminta agar negara-negara tersebut tidak memberikan ruang bagi pihak luar untuk melancarkan serangan dari wilayah mereka.
“Kepada negara-negara di kawasan ini: jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh-musuh kami mengendalikan perang dari wilayah Anda,” lanjutnya.
Seruan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mendesak negara-negara sekitar untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat di tengah konflik yang terus meningkat.
Ketegangan memuncak sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu gelombang reaksi global.
Memasuki satu bulan konflik, situasi belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Israel dilaporkan terus meningkatkan intensitas serangan hampir setiap hari, sementara Iran membalas dengan menargetkan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh, termasuk negara-negara yang memiliki aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang terus bereskalasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang ke wilayah yang lebih luas, terutama jika negara-negara tetangga terseret langsung akibat penggunaan wilayah mereka sebagai basis militer.
Pernyataan Pezeshkian menegaskan posisi Iran yang semakin tegas di tengah tekanan internasional, sekaligus memperingatkan bahwa stabilitas kawasan kini berada di titik kritis.
Editor: Redaksi





















