MITRABERITA.NET | Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel, menyusul konfirmasi tewasnya pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani.
Serangan yang disebut sebagai aksi balasan itu menyasar sejumlah titik di wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Ledakan besar dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, disertai visual munisi tandan yang meledak di udara dan menyebarkan serpihan api ke area luas.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan ini sebagai respons langsung atas apa yang mereka sebut sebagai “pembunuhan keji” terhadap Larijani. Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa pihaknya menargetkan lebih dari 100 sasaran militer dan keamanan di jantung wilayah Israel.
Sejumlah kota di sekitar Tel Aviv seperti Ramat Gan, Bnei Brak, serta Kafr Qassem dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Media lokal Israel menyebut sedikitnya empat titik di Kafr Qassem terkena dampak langsung serangan rudal.
Laporan awal menyebutkan dua orang, seorang pria dan seorang perempuan lanjut usia tewas dalam insiden tersebut. Keduanya diduga tidak berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi. Selain itu, sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka-luka di wilayah Sharon.
IRGC juga mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut mereka mengerahkan sejumlah jenis rudal, termasuk Sejjil, Khorramshahr-4, Qadr, Emad, dan Khaiber Shekan. Mereka bahkan mengklaim berhasil menembus sistem pertahanan berlapis milik Israel yang selama ini dikenal canggih.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Iran, IRGC menyebut Larijani sebagai tokoh penting revolusi dan menegaskan bahwa kematiannya akan menjadi pemicu kebangkitan nasional.
“Darah para syuhada akan menjadi sumber kehormatan, kekuatan, dan kebangkitan. Kami tidak akan melupakan pengorbanan mereka,” demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dilansir Republika.co.id.
Situasi ini mempertegas eskalasi konflik yang berpotensi terus meluas di kawasan, di tengah kekhawatiran internasional terhadap dampak kemanusiaan dan stabilitas geopolitik global setelah AS-Israel secara ilegal menyerang dan membunuh pemimpin tertinggi Iran dengan melanggar hukum internasional.
Editor: Redaksi













