PERISTIWAUTAMA

DPRD Banten Sesalkan Dugaan Pungli terhadap Relawan Pembawa Bantuan ke Aceh

129
×

DPRD Banten Sesalkan Dugaan Pungli terhadap Relawan Pembawa Bantuan ke Aceh

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Eko Susilo mengomentari pungli yang dialami relawan asal Banten yang hendak mengirimkan bantuan ke Aceh. Foto: Tribun Banten

MITRABERITA.NET | Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Eko Susilo, menyayangkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dan intimidasi yang dialami relawan asal Banten saat menjalankan misi kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir bandang di Aceh.

Insiden tersebut dialami rombongan relawan ketika melintas di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Rabu 7 Januari 2026. Padahal, para relawan tengah membawa bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rombongan relawan yang tergabung dalam Fesbuk Banten News, Forum Potensi SAR Banten, Aksi Semangat Peduli, dan Petualang Rescue berangkat dari Kota Serang, Banten, pada Selasa 6 Januari 2026.

Diberitakan Kompas.com, para relawan kemanusiaan tersebut menempuh perjalanan darat dengan membawa logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Aceh.

Namun di tengah perjalanan, misi kemanusiaan tersebut diduga diwarnai tindakan tidak terpuji berupa penyetopan, intimidasi, hingga pungli oleh oknum petugas saat melintas di wilayah Palembang.

Menanggapi kejadian itu, Eko Susilo menegaskan bahwa tindakan pungli terhadap relawan kemanusiaan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih dilakukan kepada pihak yang tengah membantu korban bencana.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Relawan sedang membawa bantuan untuk masyarakat Aceh yang sangat membutuhkan pertolongan,” ujar Eko.

Ia pun mendoakan agar para relawan tetap diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Semoga relawan-relawan asal Banten dimudahkan dalam misinya, diselamatkan selama di perjalanan, dan pulang kembali ke Banten dalam keadaan yang baik,” tambahnya.

Klarifikasi Dishub Palembang

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan pemalakan terhadap relawan pembawa bantuan bencana ke Aceh. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di depan Terminal Karya Jaya, Palembang.

Kepala Dishub Kota Palembang, Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa oknum yang melakukan pungli tersebut bukan merupakan petugas Dishub Kota Palembang, melainkan pegawai dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan.

“Terkait dengan viralnya video di depan Terminal Karya Jaya, di mana terdapat angkutan bantuan untuk bencana di Aceh yang dilakukan penyetopan dan dapat dikatakan terjadi pemalakan,” ujar Agus, dikutip dari akun Instagram resmi Dishub Palembang, @palembang.dishub, pada Jumat 9 Januari 2026.

Agus menjelaskan, Dishub Kota Palembang telah berkoordinasi langsung dengan pihak BPTD Sumsel untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Hari ini kami konfirmasi bersama di kantor BPTD Sumsel. Permasalahan itu memang terjadi dan dilakukan oleh salah satu pegawai yang ada di BPTD. Selanjutnya dari pihak BPTD akan melakukan klarifikasi,” ungkapnya.

Kasus ini menuai sorotan publik dan menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat relawan kemanusiaan seharusnya mendapatkan kemudahan dan perlindungan, bukan justru menghadapi pungli dalam menjalankan aksi kemanusiaan.

Editor: Redaksi

Media Online