MITRABERITA.NET | Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela memicu kepanikan massal warga ibu kota Caracas, pada Sabtu 3 Januari 2026.
Sejumlah ledakan keras terdengar hampir bersamaan di berbagai titik strategis kota, disertai kepulan asap tebal yang membumbung di langit.
Saksi mata melaporkan bahwa ledakan terjadi di beberapa instalasi militer utama, termasuk Pangkalan Udara Militer La Carlota di pusat Caracas dan kompleks militer Fuerte Tiuna.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kilatan cahaya dan dentuman keras yang mengguncang kawasan sekitar.
Akibat serangan tersebut, sejumlah permukiman warga di sekitar fasilitas militer mengalami pemadaman listrik.
Laporan lain menyebutkan adanya aktivitas pesawat tempur yang terbang rendah di atas kota, meski informasi itu belum dikonfirmasi secara resmi.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa militer negaranya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Seperti dilansir BBC, eskalasi militer ini menjadi yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.
Pemerintah Venezuela pun segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan Amerika Serikat.
“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela,” demikian pernyataan pemerintah.
Situasi keamanan di Caracas dilaporkan masih mencekam, sementara warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah akibat kekhawatiran akan serangan lanjutan.
Editor: Redaksi













