EDUKASI

Disdik Aceh Instruksikan Sekolah Gunakan Ruang Darurat, PBM 2026 Tak Boleh Berhenti

313
×

Disdik Aceh Instruksikan Sekolah Gunakan Ruang Darurat, PBM 2026 Tak Boleh Berhenti

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus Juru Bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin. Foto: Humas Disdik Aceh

MITRABERITA.NET | Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk memastikan Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap berjalan di tengah dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus Juru Bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh kepala SMA di Aceh agar tetap melaksanakan aktivitas sekolah sesuai jadwal, meski sebagian fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Bagi sekolah yang terdampak parah hingga ruang kelas tidak dapat digunakan, Murthalamuddin meminta pihak sekolah segera memanfaatkan sarana darurat atau tempat belajar sementara. Ia menegaskan bahwa kondisi bencana tidak boleh menjadi alasan terhentinya layanan pendidikan bagi peserta didik.

“Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat sehingga ruang kelas tidak dapat digunakan, kami instruksikan untuk menggunakan sarana darurat. PBM tidak boleh berhenti. Kami telah meminta para kepala sekolah memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap bisa masuk sesuai jadwal,” ujar Murthalamuddin dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Murthalamuddin menekankan bahwa pada masa awal masuk sekolah, peran guru tidak hanya sebatas pendidik, tetapi juga sebagai pendamping kesehatan mental dan psikososial (Mental Health and Psychosocial Support/MHPSS) bagi siswa yang terdampak bencana.

Menurutnya, para tenaga pendidik diminta untuk tidak langsung membebani siswa dengan materi pelajaran yang berat. Sebaliknya, guru diharapkan mengedepankan pendekatan persuasif, empatik, dan humanis guna membantu siswa memulihkan kondisi psikologis mereka.

“Guru memiliki peran ganda saat ini, yakni sebagai pendidik sekaligus pendamping psikososial bagi siswa. Kami mendorong para guru untuk merangkul siswa secara psikologis agar semangat belajar mereka kembali pulih,” pungkasnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas pendidikan sekaligus memperkuat proses pemulihan mental anak-anak Aceh, sehingga sekolah menjadi ruang aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana.

Editor: Redaksi

Media Online