MITRABERITA.NET | Menghadapi bulan suci Ramadhan, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar berkomitmen memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap optimal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau langsung instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) di sejumlah lokasi strategis.
Peninjauan tersebut dilakukan Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Yusmadi, didampingi Direktur Teknik Salman serta Plt. Kepala Cabang Darul Imarah Irawan, pada Rabu (17/2/2026). Lokasi yang dikunjungi meliputi WTP Mata Ie di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, serta WTP Lam Badeuk di Kecamatan Peukan Bada.
Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas pengolahan air berfungsi dengan baik, sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan maksimal, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan air.
Dalam peninjauan tersebut, Yusmadi memeriksa langsung WTP 1, WTP 2, dan WTP 3 Mata Ie yang berada di bawah Cabang Darul Imarah. Ketiga instalasi tersebut memiliki kapasitas distribusi masing-masing sebesar 60 liter per detik untuk WTP 1, 40 liter per detik untuk WTP 2, dan 50 liter per detik untuk WTP 3. Sementara itu, WTP Lam Badeuk memiliki kapasitas distribusi 20 liter per detik, serta tambahan sumber mata air Glee Taron dengan kapasitas 20 liter per detik.
Usai peninjauan, Yusmadi menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi, terutama pada sarana fisik bangunan dan prasarana pendukung di lokasi WTP.
“Sebelumnya saya sudah meninjau WTP Siron dan hari ini melihat langsung kondisi WTP Mata Ie serta sumber air di kolam Mata Ie. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti atap yang bocor dan fasilitas fisik lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan beberapa hari terakhir yang membuat kondisi sumber air di Kolam Mata Ie kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.
Menurutnya, untuk mengantisipasi musim kemarau di masa mendatang, petugas WTP diminta menyiapkan cadangan air agar dapat membantu menjaga pasokan saat kondisi darurat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Gunung Glee Taron yang menjadi sumber air baku.
Pada kesempatan tersebut, Yusmadi juga menyampaikan rencana peningkatan volume produksi air bersih dari WTP Mata Ie. Upaya ini akan disesuaikan dengan kemampuan sumber air baku, mengingat tingginya kebutuhan air di sejumlah kecamatan yang memiliki jumlah penduduk padat, seperti Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada.
“Kita akan upayakan penambahan debit produksi karena kebutuhan pelanggan cukup besar di wilayah Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada. Namun tentu disesuaikan dengan ketersediaan sumber air yang ada,” katanya.
Selain itu, pihak PDAM juga mengingatkan pelanggan yang masih memiliki tunggakan pembayaran agar segera melunasi, baik secara langsung maupun melalui cicilan, sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.
Yusmadi turut mengapresiasi pelanggan yang selama ini disiplin membayar tagihan tepat waktu. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan instalasi air tanpa meteran atau adanya tagihan yang tidak sesuai.
“Jika ada rumah yang memiliki instalasi tanpa meteran atau sudah membayar tetapi masih ditagih, segera laporkan. Kami akan menelusuri dan menindak jika ada petugas yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.
PDAM Tirta Mountala Aceh Besar berharap berbagai langkah evaluasi dan pembenahan yang dilakukan dapat memperkuat komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat. []






















