KEBUGARAN

De Bruyne Soroti Gagalnya Italia ke Piala Dunia 2026: Sebut Persaingan Eropa Makin Gila

×

De Bruyne Soroti Gagalnya Italia ke Piala Dunia 2026: Sebut Persaingan Eropa Makin Gila

Sebarkan artikel ini
Timnas Italia kembali gagal ke Piala Dunia. Foto: AP Photo

MITRABERITA.NET | Dunia sepak bola kembali dikejutkan dengan absennya raksasa Eropa, Italia, dari Piala Dunia FIFA 2026. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, tim berjuluk Gli Azzurri itu gagal tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, sebuah fakta yang dinilai sebagai kerugian besar bagi sepak bola internasional.

Gelandang bintang Belgia yang kini memperkuat Napoli, Kevin De Bruyne, angkat bicara terkait kegagalan tersebut. Ia menilai, ketatnya persaingan di Eropa menjadi salah satu faktor utama yang membuat tim-tim besar kini tidak lagi “aman” dalam kualifikasi.

Italia tersingkir secara dramatis setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off. Sebelumnya, skuad yang dipimpin Gianluigi Donnarumma itu hanya mampu finis sebagai runner-up di fase grup, berada di bawah Norwegia yang sukses mengalahkan mereka dua kali.

Menurut De Bruyne, kondisi sepak bola Eropa saat ini telah berubah signifikan. Tim-tim yang dulu dianggap kecil kini mampu tampil kompetitif dan bahkan menjegal negara besar.

“Level di Eropa semakin tinggi. Tidak mudah lagi memenangi setiap pertandingan, dan tim-tim yang lebih kecil sekarang bisa membangun skuad yang kuat dan meraih hasil,” ujar De Bruyne.

Meski demikian, ia mengakui absennya Italia tetap menjadi kehilangan besar bagi turnamen sebesar Piala Dunia.

“Tentu saja ini kerugian besar. Negara seperti Italia seharusnya ada di Piala Dunia. Tapi itulah sepak bola,” katanya, seperti dilansir Detikcom.

Lebih jauh, De Bruyne tidak menutup kemungkinan adanya masalah yang lebih dalam di tubuh sepak bola Italia. Gagal lolos tiga kali berturut-turut dinilainya bisa menjadi indikasi krisis, meskipun ia enggan berspekulasi lebih jauh.

“Kalau gagal tiga kali beruntun, mungkin memang ada krisis. Tapi saya tidak tahu detail soal struktur atau filosofi mereka,” ujarnya.

Absennya Italia sekali lagi menegaskan bahwa dominasi tradisional di Eropa kini mulai terkikis. Dengan semakin meratanya kekuatan antarnegara, setiap laga kualifikasi kini menjadi pertarungan hidup-mati, bahkan bagi tim sebesar Italia.

Editor: Redaksi

Media Online