MITRABERITA.NET | Kondisi ekonomi masyarakat di Kota Subulussalam dinilai semakin tertekan seiring menurunnya daya beli warga terhadap kebutuhan pokok. Situasi ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis pemuda.
Ketua Kesatuan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Aceh (KAPPRA) Kota Subulussalam, Muhammad Fazri Ilham, mengecam kondisi tersebut dan menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Menurut Ilham, menurunnya daya beli masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kondisi kebijakan daerah yang dinilai belum sepenuhnya fokus pada pemulihan ekonomi rakyat.
“Yang kita lihat saat ini, masyarakat semakin kesulitan. Harga kebutuhan pokok naik, sementara penghasilan masyarakat tidak ikut meningkat. Ini menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi rakyat sedang tidak baik,” ujar Ilham kepada media, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menyinggung dinamika politik daerah yang dinilai terlalu menyita perhatian para elit, sehingga fokus terhadap persoalan ekonomi masyarakat menjadi kurang maksimal.
“Jangan sampai ego elit politik yang lebih mengedepankan keberlangsungan jabatan justru membuat persoalan rakyat terabaikan. Ketika energi pemimpin tersita pada konflik dan kepentingan kekuasaan, maka yang menjadi korban adalah masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, sejumlah pedagang di pasar tradisional Subulussalam juga mengakui bahwa aktivitas jual beli mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak warga disebut mulai mengurangi belanja karena kondisi ekonomi yang semakin ketat.
“Kami lihat pembeli sekarang berkurang. Banyak yang datang hanya membeli kebutuhan yang benar-benar penting,” ujar salah satu pedagang.
Ilham berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menurunkan tensi politik dan kembali memprioritaskan kepentingan masyarakat.
“Rakyat tidak membutuhkan konflik politik yang berkepanjangan. Yang mereka butuhkan adalah kebijakan yang mampu menjaga harga tetap stabil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. []







