OTOMOTIF

China Melaju Sendirian, Indonesia Masuk 20 Besar: Inilah Peta Kekuatan Industri Otomotif Dunia

13181
×

China Melaju Sendirian, Indonesia Masuk 20 Besar: Inilah Peta Kekuatan Industri Otomotif Dunia

Sebarkan artikel ini
Mobil pribadi memenuhi jalanan. Foto: iStock - Ilustrasi

MITRABERITA.NET | Industri otomotif global terus bergerak dinamis, mencerminkan kekuatan ekonomi, teknologi, dan pasar dari berbagai negara. Data produksi mobil dunia terbaru yang dirilis Organisasi Produsen Kendaraan Bermotor Internasional (OICA) menunjukkan satu fakta mencolok, China masih melaju sendirian sebagai raksasa otomotif dunia, meninggalkan jauh negara-negara produsen mobil lainnya.

Dengan total produksi 24.420.744 unit mobil, China menguasai 33,9 persen dari total produksi mobil dunia yang mencapai 72,1 juta unit. Artinya, satu dari tiga mobil yang diproduksi di dunia berasal dari negeri Tirai Bambu.

Dominasi ini tidak hanya menegaskan kekuatan manufaktur China, tetapi juga menggambarkan besarnya pasar domestik dan agresivitas ekspansi global pabrikan-pabrikan asal China.

Di posisi kedua, Jepang tetap mempertahankan reputasinya sebagai rumah bagi merek-merek otomotif legendaris dunia seperti Toyota, Honda, dan Nissan. Negeri Sakura mencatat produksi 7,87 juta unit atau 10,9 persen dari total produksi global.

Sementara itu, Jerman yang dikenal sebagai kiblat teknologi otomotif Eropa menempati peringkat ketiga dengan 5,74 juta unit atau 8 persen, ditopang oleh nama besar seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz.

Amerika Serikat berada di posisi keempat dengan produksi 3,93 juta unit, disusul Korea Selatan di peringkat kelima dengan 3,86 juta unit. Kedua negara ini menjadi basis penting bagi produsen global seperti General Motors, Ford, Hyundai, dan Kia.

India, sebagai pasar berkembang dengan populasi besar, juga menunjukkan taringnya di peringkat keenam dengan produksi 3,67 juta unit.

Menariknya, peta otomotif dunia tidak hanya didominasi negara maju. Indonesia berhasil menempati peringkat ke-16 dunia dengan produksi 968.101 unit mobil atau 1,3 persen dari total produksi global.

Angka ini menempatkan Indonesia sejajar dengan Turki dan berada di atas Thailand, Malaysia, hingga Australia. Capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi penting di kawasan Asia Tenggara.

Secara regional, Eropa masih menjadi pusat manufaktur otomotif dengan banyak negara berkontribusi signifikan, mulai dari Spanyol, Prancis, Inggris Raya, hingga negara-negara kecil seperti Republik Ceko, Slovakia, dan Hungaria.

Di sisi lain, Amerika Latin diwakili oleh Brasil dan Argentina, sementara Timur Tengah mencatatkan Iran sebagai salah satu produsen dengan lebih dari satu juta unit mobil per tahun.

Produksi global ini ditopang oleh puluhan produsen otomotif besar dunia, mulai dari Toyota, Volkswagen, General Motors, Ford, Hyundai-Kia, Honda, Nissan, hingga pemain kuat dari China seperti SAIC, Geely, BYD, dan Dongfeng.

Selain itu, merek-merek Eropa seperti Renault, PSA, BMW, Porsche, dan Volvo tetap menjadi simbol inovasi dan teknologi tinggi.

Besarnya skala industri ini juga tercermin dari jumlah kendaraan yang beredar di dunia. Diperkirakan, lebih dari 1 miliar mobil penumpang kini melintas di jalan-jalan global, sebuah angka yang pertama kali tercapai pada tahun 2010.

Di Amerika Serikat saja, tercatat 268,8 juta kendaraan terdaftar pada 2016, dengan hampir 193 juta unit di antaranya adalah mobil penumpang.

Data ini memperlihatkan bahwa industri otomotif bukan sekadar soal kendaraan, melainkan tentang kekuatan ekonomi, lapangan kerja, inovasi teknologi, dan arah masa depan transportasi dunia.

Dengan tren elektrifikasi dan kendaraan ramah lingkungan yang kian menguat, peta kekuatan otomotif global ke depan bisa saja berubah, namun untuk saat ini, China masih memimpin balapan.

Editor: Redaksi

Media Online