MITRABERITA.NET | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Subulussalam tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Program tersebut tercatat menyerap lebih dari 500 tenaga kerja lokal serta melibatkan petani dan pelaku UMKM sebagai pemasok utama bahan baku.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara jajaran pelaksana program MBG dengan Wali Kota Subulussalam yang dilaporkan oleh Kepala Regional Aceh, Mustafa Kamal, terkait efektivitas pelaksanaan program di daerah tersebut.
Dalam laporannya, Mustafa Kamal menyampaikan bahwa implementasi program MBG di lapangan menunjukkan capaian yang signifikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Pelaksanaan di lapangan menunjukkan program ini berhasil mencapai dua target utama sekaligus, yaitu perbaikan gizi masyarakat serta kebangkitan ekonomi lokal,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026.
Program MBG di Subulussalam dilaksanakan dengan pengawasan yang disiplin serta mekanisme yang transparan. Setiap porsi makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
Dengan pengelolaan tersebut, program ini dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mencegah masalah kekurangan gizi. Keunikan pelaksanaan program MBG di Subulussalam terletak pada penggunaan bahan baku yang sepenuhnya dipasok dari pelaku usaha lokal.
Kebutuhan dapur dipenuhi oleh petani, peternak, dan pedagang kecil di daerah setempat. Kebijakan ini memberikan kepastian pasar bagi para pelaku UMKM sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang stabil bagi masyarakat.
Dengan demikian, program MBG tidak hanya berfungsi sebagai program sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Selain melibatkan pelaku UMKM, operasional dapur MBG juga membuka peluang kerja bagi ratusan warga setempat.
Lebih dari 500 hingga 600 tenaga kerja lokal terlibat sebagai relawan dapur dalam kegiatan operasional sehari-hari. Keterlibatan masyarakat tersebut secara langsung membantu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Karena seluruh bahan baku dan tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat, anggaran program MBG secara otomatis berputar di dalam perekonomian lokal.
Perputaran dana tersebut mendorong aktivitas pasar di Subulussalam menjadi lebih dinamis serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, pelaksana program merekomendasikan agar program Makanan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan bahkan diperluas cakupannya di masa mendatang.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Subulussalam.






















