MITRABERITA.NET | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim, meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon) pascabencana banjir melibatkan kontraktor lokal serta masyarakat korban bencana secara langsung.
Menurut HT Ibrahim, pelibatan kontraktor lokal dan warga terdampak bukan hanya penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pascabencana.
“Program rehab–rekon tidak boleh hanya berorientasi pada kontraktor dari luar daerah. Di Aceh banyak kontraktor lokal yang kompeten dan mampu. Mereka harus diberi ruang untuk menjadi bagian dari solusi pemulihan,” ujar HT Ibrahim di Banda Aceh, pada Senin 5 Januari 2026.
Ia menilai, keberpihakan kepada kontraktor lokal akan memberikan dampak berlapis, mulai dari efisiensi pengerjaan, pemahaman kondisi wilayah, hingga penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih maksimal.
Selain itu, pria yang akrab disapa Ampon Bram ini juga mendorong agar sebagian program rehab–rekon dilaksanakan melalui skema swakelola. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat terdampak dapat terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir.
“Skema swakelola memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama pemulihan di wilayahnya sendiri. Ini bukan hanya soal membangun fisik, tapi juga memulihkan martabat dan kemandirian warga korban bencana,” tegas Anggota Komisi XIII DPR RI itu.
Menurutnya, pendekatan swakelola memiliki manfaat ganda. Selain memastikan pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, program ini juga dapat membuka lapangan kerja sementara bagi korban banjir, sehingga perputaran ekonomi di wilayah terdampak dapat kembali bergerak.
HT Ibrahim berharap pemerintah menjadikan pelibatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap program penanganan pascabencana. Dengan demikian, proses pemulihan tidak semata bersifat fisik, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak banjir.
Editor: Redaksi














