GLOBALUTAMA

Amerika Serikat Diam-diam Parkir Jet Siluman di Yordania Persiapan Menyerang Iran

×

Amerika Serikat Diam-diam Parkir Jet Siluman di Yordania Persiapan Menyerang Iran

Sebarkan artikel ini
Jet siluman F-35, terparkir di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Foto: Ilustrasi

MITRABERITA.NET | Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah puluhan pesawat tempur militer AS dilaporkan berada di pangkalan udara di Yordania. Informasi ini terungkap dari analisis citra satelit dan data penerbangan yang dikutip dari laporan The New York Times dan dilansir Republika.co.id.

Berdasarkan laporan tersebut, lebih dari 60 pesawat tempur terlihat berada di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Jumlah ini disebut sekitar tiga kali lipat dari jumlah normal yang biasanya ditempatkan di pangkalan tersebut.

Foto satelit yang diambil pada Jumat menunjukkan aktivitas militer yang meningkat tajam. Selain pesawat tempur, citra juga memperlihatkan kehadiran pesawat siluman F-35 yang lebih modern dari armada yang biasanya ditempatkan di sana, serta drone, helikopter, dan sistem pertahanan udara baru.

Data pelacakan penerbangan juga menunjukkan sedikitnya 68 pesawat angkut militer mendarat di pangkalan itu sejak 15 Februari. Sejumlah jet tempur lainnya diduga ditempatkan di hanggar pelindung.

Seorang pejabat Yordania menyatakan bahwa penempatan peralatan militer AS di pangkalan tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan antara negaranya dengan Amerika Serikat.

Namun di sisi lain, laporan menyebutkan ratusan pasukan AS justru ditarik dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah yang menampung sekitar 10.000 personel militer.

Selain itu, sebagian pasukan juga dilaporkan dievakuasi dari Bahrain, lokasi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Sementara pasukan di sejumlah negara seperti Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab tetap berada di pos mereka.

Citra satelit menunjukkan puluhan pesawat tempur Amerika Serikat, termasuk jet siluman F-35, terparkir di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Foto: X

Langkah ini ditafsirkan sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya spekulasi kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Para analis menilai Iran berpotensi membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, United States Central Command yang membawahi operasi militer AS di kawasan tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Iran Ancam Ratakan Pangkalan AS di Timur Tengah

Pemerintah Iran merespons situasi ini dengan peringatan keras. Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, misi Iran menyatakan bahwa jika negara itu diserang, maka seluruh pangkalan dan fasilitas militer musuh di kawasan akan menjadi target yang sah.

Surat tersebut juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi yang mungkin timbul dari eskalasi konflik tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” sedang bergerak menuju Iran, sembari berharap Teheran bersedia bernegosiasi terkait penghentian total program senjata nuklir.

Trump juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, serangan terhadap Iran bisa jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran juga menunjukkan kekuatan militernya dengan mengerahkan rudal balistik hipersonik Khorramshahr-4.

Rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dengan hulu ledak seberat 1.500 kilogram. Kecepatannya diklaim mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 di dalam atmosfer, sehingga memperkecil waktu reaksi sistem pertahanan lawan.

Pengerahan rudal ini juga disebut bertepatan dengan perubahan doktrin militer Iran dari defensif menjadi ofensif, serta menjelang rencana perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat.

Perkembangan ini semakin mempertegas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas. []

Editor: Redaksi

Media Online