DAERAHPEMERINTAHAN

Afdhal Singgung Soal Peran Dayah dalam Menjaga dan Memakmurkan Alam

252
×

Afdhal Singgung Soal Peran Dayah dalam Menjaga dan Memakmurkan Alam

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah saat kegiatan menanam pohon di Dayah Mabdaul ’Ulum Al Aziziyah, Gampong Bitai dan Dayah Mishrulhuda Malikussaleh, Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Selasa (20/01/2026). (Foto: Diskominfotik)

MITRABERITA.NET | Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menegaskan pentingnya peran dayah dalam menjaga dan memakmurkan alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat.

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gerakan Penghijauan yang digagas Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni Dayah Mabdaul ’Ulum Al Aziziyah, Gampong Bitai, dan Dayah Mishrulhuda Malikussaleh, Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru.

Kehadiran Wakil Wali Kota Banda Aceh disambut langsung pimpinan Dayah Mabdaul ’Ulum Al Aziziyah, Waled Muhibban. Sebelum kegiatan dimulai, Afdhal menyempatkan diri menyapa para santri dan berdialog singkat mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Turut mendampingi Afdhal dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh Muhammad, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman, Camat Jaya Baru Mei Indriya Goswita, perwakilan MPU Kota Banda Aceh Dr. Nurkhalis, para keuchik, serta unsur Muspika Kecamatan Jaya Baru.

Dari jajaran Pemerintah Aceh, hadir Kepala Bidang Hortikultura Distanbun Aceh Ir Khairil Anwar, MP, Koordinator Benih dan Hortikultura Raudah, SP, beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Afdhal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, atas dukungan dan kolaborasi nyata dalam menyukseskan gerakan penghijauan di lingkungan dayah. Menurutnya, sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam membangun Aceh yang berkelanjutan.

Afdhal menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar penyerahan bibit tanaman, melainkan wujud nyata kolaborasi antar-lembaga dalam membangun Aceh melalui penguatan sektor pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Ia menilai dayah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keislaman dan pembinaan akhlak, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan, termasuk tanggung jawab menjaga dan memakmurkan alam.

“Dalam ajaran Islam, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT. Menanam dan merawat pohon bukan hanya menjaga alam, tetapi juga bernilai ibadah dan sedekah,” ujar Afdhal di hadapan para santri dan undangan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gerakan penghijauan ini sejalan dengan visi Banda Aceh Kota Kolaborasi, yakni pembangunan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga kolaborasi nilai, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan lingkungan.

Afdhal berharap, melalui penanaman bibit tanaman di lingkungan dayah, dapat tumbuh kesadaran ekologis di kalangan santri. Selain menciptakan lingkungan dayah yang hijau, sehat, dan asri, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang cinta lingkungan dan memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor bersama Pemerintah Aceh, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang religius, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan Gerakan Penghijauan tersebut ditutup dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah bersama pimpinan dayah, jajaran Distanbun Aceh, serta para tamu undangan, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Editor: Redaksi

Media Online