EKONOMI & BISNIS

Abu Mudi: Dukungan Wakil Kepala BGN Penting bagi Keterlibatan Pesantren dalam Program Makan Bergizi Gratis

2914
×

Abu Mudi: Dukungan Wakil Kepala BGN Penting bagi Keterlibatan Pesantren dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Abu Mudi saat bertemu dengan Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sanjaya di Hermes Palace, Banda Aceh, pada 17 Januari 2026. Foto: Dok. SPPG Aceh

MITRABERITA.NETPimpinan Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga, Abu Syekh H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi), mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sanjaya, atas upaya mendorong keterlibatan pesantren dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh.

Apresiasi tersebut disampaikan Abu Mudi usai bersilaturahmi dengan Brigjen Sony Sanjaya di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, pada Sabtu 17 Januari 2026 lalu. Pertemuan itu membahas penguatan peran pesantren agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaksana langsung dalam program nasional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Abu Mudi menilai langkah Kepala Regional BGN Aceh, Mustafa Kamal, sebagai terobosan penting karena memperjuangkan agar Dayah MUDI dapat berpartisipasi aktif dalam program MBG.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kepala Regional BGN Aceh yang memperjuangkan Dayah MUDI agar dapat terlibat secara aktif. Ini adalah momen penting yang sudah lama kami nantikan,” ujar Abu Mudi, di hadapan Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sanjaya.

Menurutnya, keterlibatan dayah merupakan bentuk kepercayaan negara terhadap lembaga pendidikan Islam yang telah lama berkontribusi bagi masyarakat Aceh. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki sumber daya manusia, pengalaman, serta fasilitas yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

Abu Mudi menjelaskan, selama puluhan tahun dayah terbiasa mengelola konsumsi ribuan santri setiap hari. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan program makan bergizi, meski tetap membutuhkan pendampingan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

“Dayah memiliki SDM dan pengalaman panjang dalam mengelola konsumsi santri. Tinggal didampingi agar sesuai standar MBG,” katanya.

Ia juga optimistis, dengan dukungan dan pendampingan dari BGN, pesantren di Aceh dapat mengambil peran lebih besar dalam memperluas manfaat program tersebut hingga ke berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sanjaya menyambut baik pandangan Abu Mudi. Ia menegaskan bahwa pelibatan pesantren merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis.

“Pesantren memiliki jaringan luas dan SDM yang sudah terbiasa mengelola kebutuhan makan santri. Melibatkan dayah berarti memperkuat keberlanjutan dan pemerataan manfaat MBG di Aceh,” ujarnya. []

Editor: Redaksi

Media Online