PEMERINTAHAN

Dinkes Sabang Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Paparan Asap

×

Dinkes Sabang Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Paparan Asap

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) membagikan 5.000 masker medis kepada masyarakat, pada Kamis (16/10/2026). Foto: Prokopim Sabang

MITRABERITA.NET | Berdasarkan informasi INWCCA Aceh pada Kamis (15/10/2026), indeks kualitas udara di Kota Sabang tercatat sebesar 152, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, data IQAir mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Sabang sebesar 64 pada Kamis (15/10/2026) pukul 16.00 WIB dan 61 pada Jumat (16/10/2026) pukul 07.00 WIB. Kedua angka tersebut masuk kategori sedang.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) membagikan 5.000 masker medis kepada masyarakat.

Pembagian masker itu sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, mengatakan pembagian masker dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Ini merupakan upaya preventif untuk melindungi masyarakat. Kami melihat kabut asap semakin tebal sehingga perlu mengambil langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah,” kata Rinaldi, Jumat (16/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 4.000 masker dibagikan di empat lokasi, yakni Simpang Garuda, Simpang Pujasera, Simpang Tugu Cengkeh, dan kawasan Sabang Fair.

Sebanyak 1.000 masker tambahan kemudian didistribusikan di Simpang Garuda karena tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, termasuk anak-anak sekolah yang melintas setiap hari. Dengan demikian, total masker yang dibagikan mencapai 5.000 lembar.

Rinaldi menjelaskan, pembagian masker tidak hanya dilakukan di titik-titik keramaian, tetapi juga akan dilanjutkan melalui seluruh puskesmas di Kota Sabang.

Upaya tersebut turut menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil, melalui kegiatan posyandu serta kunjungan dari rumah ke rumah dengan melibatkan bidan desa dan kader kesehatan.

“Pembagian masker ini tidak hanya dilakukan di titik-titik keramaian, tetapi juga akan kami lanjutkan melalui seluruh puskesmas di Kota Sabang. Selain itu, kami juga akan menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil, melalui kegiatan posyandu serta kunjungan dari rumah ke rumah dengan melibatkan bidan desa dan kader kesehatan,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung Dinas Perhubungan Kota Sabang dan petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Dukungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembagian masker berjalan tertib dan lancar, terutama di persimpangan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Mayuni, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama kabut asap berlangsung.

Salah satu langkah yang dianjurkan ialah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga daya tahan tubuh. Dinkes dan KB Kota Sabang juga akan terus mengupayakan langkah preventif melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan di puskesmas.

“Kami akan terus mengupayakan langkah preventif melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan puskesmas,” ujar Mayuni.

Ia menambahkan, pembagian masker akan dilaksanakan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang dapat terlindungi. Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi buah-buahan.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung. Anak-anak dan ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan,” tambahnya.

Melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, Dinkes dan KB Kota Sabang berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan asap serta meminimalkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan.[]

Media Online