MITRABERITA.NET | Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh mengapresiasi kerja cepat Pemkab Aceh Besar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menangani dampak banjir yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada 25 November 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Provinsi Aceh, Marsda TNI Mohammad Nurdin, saat bertemu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, yang mewakili Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, di ruang kerja Sekdakab Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan tersebut juga membahas perkembangan penanganan dampak banjir sekaligus langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Dalam pertemuan itu, Mohammad Nurdin menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan kehidupan masyarakat.
“Intinya, negara hadir langsung dalam penanganan banjir Aceh di akhir November 2025 lalu. Alhamdulillah, sekarang kondisi semakin membaik atas dukungan kita semua,” ungkap Mohammad Nurdin.
Meski dampak banjir di Aceh Besar tidak separah yang dialami sejumlah kabupaten lainnya, bencana tersebut tetap memengaruhi beberapa sektor kehidupan masyarakat. Dampak yang tercatat antara lain kerusakan lahan pertanian, gangguan terhadap aktivitas pendidikan, serta kerusakan pada fasilitas publik dan sarana ibadah.
Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil menjelaskan, banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 turut dirasakan masyarakat Aceh Besar dan sempat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejumlah lahan pertanian, tempat ibadah, dan fasilitas lembaga pendidikan mengalami dampak akibat bencana tersebut.
Atas perhatian dan dukungan yang diberikan, Bahrul Jamil menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait serta Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Provinsi Aceh yang terus mendukung proses pemulihan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal, sehingga fasilitas yang terdampak dapat kembali dimanfaatkan dan aktivitas masyarakat berlangsung normal.
Selain membahas pemulihan pascabencana, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana sekaligus membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Pemetaan kawasan rawan bencana dan penguatan mitigasi juga menjadi perhatian bersama. Dengan pemahaman risiko yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan potensi korban jiwa maupun kerusakan apabila bencana serupa kembali terjadi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Polres Aceh Besar serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, di antaranya Asisten III Setdakab Aceh Besar Abdullah, Kepala BPKD Arifin, Kalaksa BPBD Ridwan Jamil, Kadistan Ade Kurniawan Abdy, Kadisdikbud M. Isa, Kadis Syariat Islam Rusdi, serta Kabid PUPR Mukhtaruddin.
Melalui koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama pemerintah pusat dan seluruh unsur terkait berupaya memastikan pemulihan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Editor: Redaksi






















