MITRABERITA.NET | Sebanyak 273 siswa dari 15 sekolah di Kabupaten Aceh Besar mengikuti Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 yang digelar pada 13–15 Oktober 2026 di Kecamatan Peukan Bada. Pembukaan secara resmi dimulai pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan tahunan yang digagas melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar tersebut menjadi upaya memperkuat pelestarian bahasa Aceh sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk menampilkan kemampuan, aspirasi, dan kreativitas mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, M. Isa SE., Ak., MSi., mengatakan Festival Piasan Aceh Rayeuk merupakan kegiatan reguler yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun dengan lokasi penyelenggaraan berbeda.
Setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Indrapuri dan Blang Bintang, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Kecamatan Peukan Bada dengan mempertimbangkan sejumlah aspek penyelenggaraan.
Menurut M. Isa, salah satu tujuan utama festival tersebut menjaga keberlangsungan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman. Bahasa Aceh sebagai bahasa indatu perlu terus diperkenalkan dan digunakan oleh generasi muda agar tidak tergerus perubahan pola komunikasi masyarakat.
Ia menilai, kemampuan berbahasa Aceh di kalangan anak-anak mulai menjadi perhatian bersama. “Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah melalui kegiatan pembelajaran maupun perlombaan yang mendorong siswa untuk menggunakannya secara aktif,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan.
Selain menjaga bahasa Aceh, festival tersebut juga dirancang sebagai wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan berbicara, mengembangkan kreativitas, serta mengekspresikan gagasan melalui berbagai cabang perlombaan berbasis bahasa dan budaya Aceh.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan enam cabang perlombaan, yakni pidato bahasa Aceh, hadih maja, lagu jameun, calitra paneuk, meucagok, serta satu cabang lainnya yang perlu dipastikan kembali berdasarkan daftar resmi panitia.
Partisipasi ratusan siswa dari berbagai sekolah menunjukkan keterlibatan dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri pelajar untuk menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari.
M. Isa menjelaskan, festival ini juga berkaitan dengan program Tunas Bahasa Ibu yang mendorong generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan bahasa daerah.
Panitia juga menegaskan bahwa kompetisi ini tidak berhenti pada tingkat kabupaten. Juara pertama dari setiap cabang perlombaan akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Aceh Besar pada kompetisi tingkat Provinsi Aceh.
“Festival Piasan Aceh Rayeuk diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi pelajar, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bahasa Aceh sebagai warisan budaya yang harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.[]






















