MITRABERITA.NET | Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) membekali 15 calon anggota muda dengan keterampilan komunikasi, edukasi, organisasi, dan pengelolaan proyek melalui Training Calon Anggota Muda di Sekretariat GEN-A, Banda Aceh, pada Ahad (4/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Open Recruitment GEN-A sekaligus menjadi pembekalan awal sebelum peserta terlibat dalam berbagai program organisasi.
Training menghadirkan tiga materi utama, yakni Teknik Edukasi Berbasis Komunikasi Antarpribadi (KAP), GEN-A 101, dan Basic Project Management.
Fasilitator training, Imam Maulana, mengatakan kemampuan komunikasi menjadi fondasi penting dalam proses edukasi karena membantu membangun kedekatan dan menciptakan suasana belajar yang nyaman.
“Audiens akan lebih terbuka ketika merasa familiar dan nyaman dengan pembicara. Karena itu, prinsip KAP penting diterapkan dalam setiap sesi training,” ujar Imam.
Sementara itu, materi GEN-A 101 memberikan pemahaman mengenai organisasi, nilai-nilai, serta ruang kontribusi anggota. Pemateri Mina Shafira menegaskan GEN-A diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Aceh.
“GEN-A hadir bukan sekadar sebagai pelaksana kegiatan, tetapi sebagai katalisator pembangunan generasi muda Aceh yang berintegritas, berkarakter, berdaya, dan peduli terhadap sosial serta lingkungan,” ujar Mina.
Peserta juga diperkenalkan pada dasar pengelolaan proyek melalui Project Model Canvas untuk membantu mengubah gagasan menjadi rancangan kegiatan yang terarah.
Pemateri Basic Project Management, Farah Novilianti Irawan, mengatakan kreativitas perlu disertai kemampuan perencanaan agar sebuah ide dapat diwujudkan menjadi aksi.
“Ide kreatif perlu diterjemahkan menjadi rancangan yang jelas agar dapat dilaksanakan dan mencapai tujuan,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, lebih dari 80 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti tiga modul pembelajaran.
GEN-A berharap pembekalan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kapasitas calon anggota agar mampu berkomunikasi, berkolaborasi, mengorganisasi, dan mengelola proyek serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh.
Editor: Redaksi

















