EKONOMI & BISNIS

Ratusan Warga Antre Beras Bantuan Bulog di Kantor Keuchik Leu Ue

×

Ratusan Warga Antre Beras Bantuan Bulog di Kantor Keuchik Leu Ue

Sebarkan artikel ini
Warga mengantre menerima bantuan beras Bulog di halaman Kantor Keuchik Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (19/9/2026). Mitraberita

MITRABERITA.NET | Ratusan warga dari Gampong Leu Ue, Punie, dan Ulee Lueng memadati halaman Kantor Keuchik Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (19/9/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, warga telah mengantre untuk menerima beras bantuan pangan dari Bulog.

Koordinator Kecamatan Darul Imarah dari Dinas Sosial Aceh Besar, Pamela, mengatakan penyaluran beras Program Bantuan Pangan Bulog periode Juli, Agustus, dan September 2026 untuk tiga gampong tersebut dipusatkan di Kantor Keuchik Leu Ue.

“Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih kepada Keuchik Leu Ue, Bapak Yusri, VE, ST, yang telah memberikan izin pemakaian tempat untuk lokasi penyaluran. Untuk periode ini kita salurkan, Gampong Leu Ue sebanyak 166 penerima, Gampong Punie 112 penerima, dan Gampong Ulee Lueng 86 penerima. Masing-masing akan mendapatkan tiga sak beras,” sebut Pamela.

Menurut Pamela, proses penyaluran berjalan lancar. Selain lokasi yang dinilai representatif, ketertiban dan kedisiplinan warga dalam mengikuti antrean turut mendukung kelancaran pembagian bantuan.

“Lokasinya sangat cocok dan representatif. Warga penerima sangat patuh dan disiplin mengikuti antrean, sehingga proses pembagian sangat lancar,” tambah Pamela.

Sementara itu, Keuchik Leu Ue, Yusri, mengapresiasi Dinas Sosial Aceh Besar dan Bulog yang memilih Gampong Leu Ue sebagai salah satu titik penyaluran bantuan. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut memudahkan warga karena tidak harus pergi jauh untuk mengambil bantuan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Dinas Sosial dan Bulog atas pemilihan lokasi ini, sehingga warga kami tidak jauh-jauh untuk membawa pulang bantuan,” ujar Yusri.

Namun, di balik kelancaran pembagian bantuan tersebut, Yusri mengaku prihatin karena terdapat 39 warga Gampong Leu Ue yang tidak lagi tercantum dalam data penerima bantuan. Di sisi lain, terdapat penambahan 26 penerima baru.

“Saya merasa sedih juga, ada 39 orang warga yang sudah hilang dari data penerima. Kasihan mereka, warga miskin dan berada pada desil 1 hingga 4. Namun demikian, ada penambahan penerima baru sebanyak 26 keluarga,” ujarnya.

Yusri berharap instansi terkait, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pangan Aceh Besar, Perum Bulog hingga Badan Pangan Nasional, dapat melakukan peninjauan kembali terhadap data penerima yang tereliminasi, terutama warga yang masih berada dalam kondisi membutuhkan.

“Kasihan mereka sangat membutuhkan bantuan ini. Dengan kondisi ekonomi saat ini, ditambah lagi kondisi musim kemarau, banyak lahan pertanian gagal panen sehingga semakin menambah penderitaan warga yang kurang mampu,” katanya.

“Saya berharap kepada pihak pemerintah, baik Dinas Sosial, Dinas Pangan, Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk mengkaji ulang nama yang hilang tersebut, kecuali bagi mereka yang terkena aturan yang ditetapkan pemerintah,” harap Keuchik Yusri.

Salah seorang warga Gampong Leu Ue, Syarifuddin (70), mengaku kali ini tidak lagi mendapatkan kupon bantuan beras. Pria yang tinggal seorang diri itu mengaku bantuan beras selama ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kali ini saya tidak dapat kupon bantuan, artinya nama saya sudah hilang. Saya tidak tahu, padahal coba abang lihat kondisi saya, sudah semakin renta, tidak sanggup kerja lagi. Bantuan beras selama ini dapat menjadi penyambung nyawa bagi saya, sekarang semuanya sirna,” ujarnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara tepat sasaran dengan pemutakhiran data penerima secara berkala. Ketelitian dalam pendataan menjadi penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh hak bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi warga seperti Syarifuddin dan keluarga kurang mampu lainnya, bantuan pangan bukan sekadar beras yang dibawa pulang, tetapi menjadi salah satu penopang kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah. Karena itu, akurasi data penerima menjadi harapan agar program bantuan pangan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Redaksi

Media Online