Uncategorized

Rahul Maju Calon Ketua Umum PNA, Kantongi Dukungan 18 DPW

×

Rahul Maju Calon Ketua Umum PNA, Kantongi Dukungan 18 DPW

Sebarkan artikel ini
Misbahul Munir alias Rahul (tengah) menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) kepada panitia Kongres PNA di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Misbahul Munir alias Rahul mengambil langkah awal yang meyakinkan dalam perebutan kursi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Didukung 18 DPW, Rahul menjadi kandidat pertama yang resmi mendaftarkan diri, sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa peta dukungan menjelang Kongres mulai mengarah kepadanya.

Rahul, yang kini menjabat Ketua DPW PNA Aceh Utara, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran di Sekretariat Kongres PNA, Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (3/8/2026).

Hasil verifikasi panitia menyatakan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi, mulai dari formulir pendaftaran hingga dukungan tertulis dan bermaterai dari 18 DPW.

Ketua Organizing Committee (OC) Kongres PNA, Panglima Nurdin, mengatakan Rahul menjadi kandidat pertama yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi.

Dari 23 DPW PNA di Aceh, sebanyak 18 DPW telah memberikan dukungan kepada Rahul, sementara lima DPW lainnya masih belum menentukan sikap.

“Hari ini persyaratan utama sudah diverifikasi oleh panitia. Beliau membawa dukungan 18 DPW, sehingga syarat minimal tujuh dukungan atau 30 persen telah terpenuhi,” kata Panglima Nurdin.

Meski demikian, bursa calon ketua umum belum sepenuhnya tertutup. Masa pendaftaran masih dibuka hingga 6 Agustus mendatang, sehingga peluang munculnya penantang baru masih terbuka.

Panitia juga mengakui dinamika politik internal masih memungkinkan terjadinya perpindahan dukungan antar-DPW dari satu calon kepada calon lainnya.

Menurut Panglima Nurdin, setiap bakal calon tetap dapat menggunakan dukungan dari DPW yang sebelumnya telah menyatakan dukungan kepada kandidat lain, sepanjang disertai surat pencabutan dukungan dan tetap memenuhi syarat minimal tujuh DPW.

“Tarik-menarik dukungan itu hal yang lumrah dalam politik. Yang kami pegang adalah dukungan terakhir yang sah dan memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini terdapat tiga kader yang menyatakan siap maju dalam bursa Ketua Umum PNA. Namun, baru Rahul yang telah mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran lengkap beserta seluruh persyaratan.

Panitia juga memastikan kontribusi pencalonan sebesar Rp100 juta yang telah disetorkan Rahul kepada panitia merupakan bagian dari pembiayaan penyelenggaraan kongres dan tidak dapat ditarik kembali, termasuk apabila calon mengundurkan diri dari kontestasi.

Menjelang kongres, Panglima Nurdin menilai kondisi internal PNA kini jauh lebih kondusif dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurutnya, soliditas kader menjadi modal penting agar proses regenerasi kepemimpinan berlangsung demokratis dan mampu mengembalikan kekuatan partai.

Panitia Kongres Partai Nanggroe Aceh (PNA) memberikan keterangan pers terkait proses pendaftaran bakal calon Ketua Umum DPP PNA di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Foto: Mitraberita

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah lebih solid. Mudah-mudahan tidak ada lagi saling sikut di internal partai. Ini menjadi pelajaran berharga bagi PNA untuk terus menjaga kekompakan,” katanya.

Adapun 18 DPW yang memberikan dukungan kepada Rahul masing-masing berasal dari Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Simeulue, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Bener Meriah, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Usai mendaftar, Rahul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPW yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal awal untuk membangun kembali soliditas PNA.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPW yang telah memberikan dukungan. Kebersamaan menjadi modal utama untuk membangkitkan kembali PNA,” ujarnya.

Rahul mengatakan, jika dipercaya memimpin PNA, fokus utamanya adalah membenahi organisasi dan memastikan partai lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu.

Ia juga berkomitmen merangkul kembali seluruh kader dan tokoh PNA, termasuk mereka yang kini berkiprah di partai lain, untuk bersama-sama membangun kembali kekuatan partai yang kini tercerai-berai “.

“Kita harus mengumpulkan kembali puing-puing yang tercerai-berai. Prioritas pertama adalah meloloskan verifikasi partai. Setelah itu kita bangun kembali PNA dengan semangat persatuan dan musyawarah bersama seluruh DPW,” pungkasnya.[]

Media Online