NASIONAL

Aliansi Masyarakat Jakarta Sebut Program MBG Berikan Dampak Ekonomi Langsung Bagi Masyarakat

×

Aliansi Masyarakat Jakarta Sebut Program MBG Berikan Dampak Ekonomi Langsung Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Audiensi Aliansi Masyarakat Jakarta bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Ruang Aspirasi Gedung Sayap Timur Kemensetneg, Senin (22/6/2026). Foto: Humas Kemensetneg

MITRABERITA.NET | Aliansi Masyarakat Jakarta menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga telah memberikan dampak ekonomi yang nyata dengan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di berbagai sektor.

Pandangan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Ruang Aspirasi Gedung Sayap Timur Kemensetneg, pada Senin (22/6/2026).

Koordinator aksi, Edi Marzuki, mengatakan Program MBG telah membuka kesempatan kerja bagi sekitar satu juta orang. Menurutnya, manfaat program juga dirasakan langsung oleh para petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

“Program MBG ini menyerap satu juta orang yang bekerja. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program Presiden sekaligus bersama-sama memberantas korupsi agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” ujar Edi.

Ia mencontohkan para petani sayur di kawasan Puncak 2 yang kini memperoleh pasar yang lebih pasti karena hasil panen mereka diserap untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan Program MBG. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa program pemerintah mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.

Perwakilan aliansi, Asdim, juga menilai Program MBG telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru. Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan program tersebut tetap berjalan dengan pengawasan yang ketat agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang dapat merugikan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Aksi Dwiky Luthfiandi menegaskan dukungan terhadap MBG lahir dari pengalaman masyarakat yang merasakan langsung manfaat program, bukan karena kepentingan politik.

“Kami mendukung karena merasakan manfaatnya. Program ini tentu harus dievaluasi jika ada kekurangan, tetapi jangan sampai dihentikan hanya karena ulah segelintir oknum,” katanya.

Senada dengan itu, Rima Patricia mengingatkan bahwa penghentian Program MBG berpotensi menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang telah bergantung pada ekosistem program tersebut. Ia juga mengusulkan agar besaran biaya pelaksanaan MBG di Jakarta disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar pelaksanaannya semakin optimal.

Reza Hermawan menambahkan masyarakat sipil siap dilibatkan dalam mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengapresiasi dukungan yang disampaikan Aliansi Masyarakat Jakarta. Menurutnya, pemerintah memandang Program MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Juri menjelaskan bahwa manfaat program dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari penerima manfaat, petani, pelaku UMKM, hingga pemasok bahan pangan yang menjadi bagian dari rantai pelaksanaan MBG.

“Kepentingannya tidak hanya soal makanan bergizi, tetapi juga menjaga kesinambungan ekonomi masyarakat yang terlibat dalam rantai pelaksanaannya,” ujar Juri.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut akan diteruskan kepada Presiden sebagai masukan dalam upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus memastikan program tetap berjalan dengan tata kelola yang baik dan bebas dari praktik korupsi.

Editor: Redaksi

Media Online