MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menghadiri peringatan haul ke-12 Allahyarham Ayah Samahani Tgk. H. Ibrahim bin Hasyim di Dayah Ruhul Falah, Kecamatan Kuta Malaka, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri, Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, jajaran Kepala OPD Aceh Besar, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua wali santri serta masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Aceh Besar.
Pada kesempatan tersebut, Muharram Idris menegaskan bahwa kontribusi almarhum Tgk. H. Ibrahim bin Hasyim tidak hanya terbatas pada pengembangan pendidikan dayah, tetapi juga dalam membentuk karakter umat.
“Almarhum adalah sosok ulama yang telah meletakkan dasar penting dalam pembinaan umat melalui dayah. Warisan ini harus kita jaga dan lanjutkan,” ujar Muharram.
Ia menekankan bahwa dayah memiliki posisi strategis dalam membangun moral masyarakat, terutama di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Dayah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembinaan akhlak. Perannya sangat besar dalam menjaga generasi dari pengaruh negatif,” katanya.
Lebih lanjut, Muharram menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran ulama dan dayah sangat penting untuk memperkuat karakter masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan dayah sebagai bagian dari kebijakan pembangunan daerah.
“Penguatan dayah menjadi komitmen kami. Kita ingin lembaga ini tetap eksis dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan Dayah Ruhul Falah, Muhammad Hafiz H. IB, S.E., menyampaikan bahwa haul merupakan momentum penting untuk melanjutkan perjuangan ulama dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam.
“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneruskan perjuangan ulama dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.[]






















