MITRABERITA.NET | Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman melalui program Beut Kitab Bak Sikula. Program ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, Rusdi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan investasi masa depan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan pemahaman agama sejak dini.
“Program Beut Kitab Bak Sikula ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin melahirkan generasi Aceh Besar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pemahaman agama dan berakhlak mulia,” ujar Rusdi, pada Senin (23/3/2026).
Program yang digagas oleh Bupati Aceh Besar Muharram Idris bersama Wakil Bupati Syukri A Jalil tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi syariat Islam, khususnya di sektor pendidikan.
Melalui kegiatan pembelajaran kitab-kitab klasik di lingkungan sekolah, para pelajar diharapkan mampu memahami nilai-nilai Islam secara lebih komprehensif, sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan memasukkan beut kitab ke dalam aktivitas sekolah, kita ingin siswa memiliki bekal ilmu agama yang lebih mendalam dan mampu menerapkannya dalam kehidupan,” jelasnya.
Rusdi juga mengapresiasi langkah dan visi kepemimpinan daerah yang dinilai konsisten dalam membangun generasi unggul yang tetap berlandaskan nilai-nilai syariat Islam.
“Ini adalah langkah nyata dalam membangun generasi yang berdaya saing, namun tetap memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dinas Syariat Islam Aceh Besar memastikan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut di seluruh satuan pendidikan agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
“DSI siap mendukung penuh dan memastikan program ini berjalan optimal di semua sekolah,” pungkas Rusdi. []











