MITRABERITA.NET | Camat Pulo Aceh, Jamaluddin SE bersama Panglima Laot Aceh Besar, Baharuddin menjemput kepulangan nelayan Meulingge, Pulo Aceh, Sadiqin yang terdampar ke Srilangka sebulan lalu.
Penjemputan kepulangan nelayan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang juga turut dihadiri Panglima Laot Aceh, DKP Provinsi Aceh, Keuchik Meulingge, Panglima Laot Lhok Lampuyang, Kamis 19 Maret 2026.
Camat Pulo Aceh didampingi Panglima Laot Aceh Besar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, diantaranya KBRI Sri Lanka dan semua pihak yang membantu kepulangan.
Dalam kesempatan itu, Sadiqin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak yang telah memberikan bantuan baik pada masa terdampar di Sri Lanka sampai proses pemulangannya ke Aceh.
Setelah penjemputan di Bandara SIM, Sadiqin dipeusijuk di pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh untuk selanjutnya diberangkatkan pulang ke Pulo Aceh.
Sebagai informasi, sebelumnya Sadiqin terdampar di Sri Lanka setelah mesin perahu motor ditumpanginya rusak ketika memancing di perairan Andaman yang berdekatan dengan Samudera Hindia.
Nelayan Pulo Aceh itu dilaporkan hilang pada 1 Februari 2026. “Saat itu, Sadiqin melaut menggunakan perahu motor yang biasa disebut bot teptep,” kata Miftah Tjut Adek.
Berdasarkan informasi yang diterima, perahu motor nelayan Pulo Aceh itu mengalami kerusakan mesin, sehingga hanyut dan terbawa arus Samudra Hindia hingga ke Srilanka. []








