MITRABERITA.NET | Prajurit TNI terus mempercepat pembangunan jembatan gantung di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga kini, progres pembangunan jembatan sepanjang 75 meter tersebut telah mencapai 51 persen.
Pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh prajurit dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Jembatan gantung tersebut menjadi infrastruktur vital yang akan menghubungkan Desa Burni Bius dengan Dusun Gantung Langit. Kehadiran jembatan ini sangat dinantikan masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian.
Sebelumnya, akses penghubung di wilayah tersebut sempat terganggu akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan itu.
Pembangunan jembatan dilakukan dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Sebanyak 10 personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah dan 20 personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka diterjunkan langsung ke lokasi, bekerja bersama warga setempat secara gotong royong.
Pada tahap pekerjaan saat ini, prajurit TNI memasang bantalan papan jembatan serta bantalan seling yang menjadi bagian penting dalam struktur konstruksi. Tahapan ini dinilai krusial untuk memastikan kekuatan dan kestabilan jembatan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, tim akan melanjutkan pemasangan tiang besi di titik B1 serta melanjutkan pemasangan bantalan papan guna mengejar target penyelesaian pada Februari 2026.
Dalam proses pembangunan, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi medan yang cukup berat dan akses jalan yang terbatas. Lokasi proyek tidak dapat dijangkau langsung oleh kendaraan pengangkut material.
Untuk mengatasi hal tersebut, material konstruksi diangkut menggunakan kendaraan roda dua hingga titik tertentu, kemudian dipindahkan secara manual oleh personel TNI bersama warga menuju lokasi pembangunan.
Meski demikian, pekerjaan tetap berjalan secara terencana dan bergiliran dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja di lapangan.
Keberadaan jembatan gantung ini dinilai sangat penting bagi masyarakat Desa Burni Bius dan sekitarnya. Selama ini warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membangun jembatan ini. Selama ini kami kesulitan kalau mau ke dusun sebelah, apalagi saat musim hujan,” ujar Rusni, salah seorang warga.
Dengan progres yang telah mencapai 51 persen, pembangunan Jembatan Gantung Burni Bius menunjukkan perkembangan signifikan. Masyarakat berharap terjaga jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan sebagai sarana penghubung yang aman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah pedalaman Aceh Tengah. []
Editor: Redaksi






















