MITRABERITA.NET | Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Mountala melakukan perbaikan pipa distribusi utama berdiameter 200 milimeter yang mengalami gangguan, sehingga berdampak pada distribusi air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar.
Perbaikan tersebut dilakukan pada Sabtu (21/2/2026) dan menyebabkan aliran air ke pelanggan di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Siron, serta kawasan sekitarnya mengalami gangguan sementara.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Ir Yusmadi melalui Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Salman ST mengatakan, pekerjaan perbaikan ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan air bersih kepada masyarakat.
Menurut Salman, perbaikan pipa merupakan langkah yang harus segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas dan berdampak lebih besar terhadap sistem distribusi air di wilayah tersebut.
“Pekerjaan ini kami lakukan secepat mungkin agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal. Kami menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu sekitar lima jam,” ujarnya, Sabtu sore.
Ia menjelaskan, pipa berdiameter 200 mm tersebut merupakan salah satu jalur penting dalam sistem distribusi air bersih PDAM Tirta Mountala. Jika tidak segera diperbaiki, gangguan aliran air berpotensi terjadi lebih lama dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Tim teknis PDAM Tirta Mountala langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan perbaikan, termasuk penggalian di titik kebocoran serta penggantian bagian pipa yang rusak.
Langkah ini, kata Salman, merupakan bagian dari komitmen perusahaan daerah dalam menjaga keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar.
PDAM Tirta Mountala juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak atas gangguan distribusi air selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami memohon maklum kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Tim kami bekerja maksimal agar perbaikan segera selesai dan distribusi air kembali normal,” katanya.
Pihak PDAM berharap masyarakat di wilayah terdampak dapat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, sembari memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar teknis yang baik.
Setelah perbaikan rampung, distribusi air dipastikan akan kembali dialirkan secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan layanan seperti biasa. []






















