DAERAH

Program MBG, Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa

15846
×

Program MBG, Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Pelajar sedang membawa paket makanan yang disediakan Badan Gizi Nasional (BGN) di SD Negeri 42 Banda Aceh, pada Kamis (11/09/2025). Foto: Antara Foto - Ilustrasi

MITRABERITA.NET | Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi strategis negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Di Aceh, program ini terus mendapat perhatian serius lintas sektor, mulai dari pengawasan pangan, dunia pendidikan, hingga partisipasi aktif masyarakat yang menyoroti pentingnya program MBG ini.

Komitmen tersebut mengemuka dalam dialog publik bertajuk “Sejauh Mana Dampak Program Nasional MBG di Banda Aceh?” yang digelar Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, pada Kamis 4 September 2025 lalu.

Kegiatan tersebut disiarkan secara daring melalui RRI Pro 1 Banda Aceh 97.7 FM serta kanal YouTube RRI Banda Aceh. Dialog tersebut menghadirkan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banda Aceh, Yudi Noviandi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri.

Dalam paparannya, Yudi Noviandi menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat ditentukan oleh keamanan dan mutu pangan yang dikonsumsi anak-anak. BPOM Aceh, kata dia, memegang peran strategis dalam memastikan setiap produk makanan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi.

“MBG bukan hanya tentang memberi makan, tetapi memastikan apa yang dikonsumsi benar-benar sehat dan aman. Ini adalah komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan. Pengawasan, edukasi, dan kesadaran masyarakat harus berjalan seiring,” ujar Yudi, dilansir situs BPOM Aceh.

Ia menekankan, peran aktif masyarakat dalam memilih produk pangan secara bijak menjadi kunci utama. Tanpa kesadaran kolektif, tujuan besar MBG untuk menciptakan generasi sehat dan produktif akan sulit tercapai.

Hal senada disampaikan Sulaiman Bakri yang menyoroti pentingnya integrasi Program MBG dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai gizi seimbang, pola hidup sehat, serta pemahaman tentang keamanan pangan.

“Anak-anak sekolah adalah fondasi Indonesia di masa depan. Pendidikan gizi sejak dini akan membentuk karakter, kecerdasan, dan daya saing mereka. MBG menjadi pintu masuk untuk mencetak generasi Banda Aceh yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” ungkapnya.

Dialog yang dipandu oleh Arso ini juga membuka ruang partisipasi publik. Antusiasme masyarakat yang mengikuti siaran radio dan kanal digital RRI mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya isu gizi, pangan sehat, dan kesehatan anak.

Lebih dari sekadar program sosial, MBG dipandang sebagai salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045. Dengan gizi yang tercukupi, anak-anak diharapkan tumbuh optimal, memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, serta menjadi SDM unggul yang mampu menggerakkan pembangunan nasional.

Di Aceh, kolaborasi antara BPOM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, media, dan masyarakat menjadi contoh nyata sinergi untuk menyukseskan program strategis nasional. Dukungan bersama ini diharapkan mampu menjadikan Banda Aceh sebagai kota percontohan dalam pelaksanaan MBG yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Melalui kolaborasi yang kuat dan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat, Program MBG diyakini dapat menjadi fondasi kokoh bagi masa depan generasi bangsa khususnya generasi Aceh.

Editor: Redaksi

Media Online