MITRABERITA.NET | Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin langsung misi kemanusiaan Pemerintah Kota Banda Aceh ke Kabupaten Gayo Lues, pada Kamis (22/1/2026), sebagai wujud solidaritas antar daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Illiza bersama rombongan menempuh perjalanan panjang melalui jalur Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dengan medan yang berat dan menantang. Jalur pegunungan terjal serta sejumlah ruas jalan yang terdampak longsor tidak menyurutkan langkah mantan anggota DPR RI dari PPP itu untuk memastikan bantuan kemanusiaan tiba ke tangan warga yang membutuhkan.
Setibanya di Kantor Bupati Gayo Lues, Wali Kota Banda Aceh disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues. Dari sana, Illiza bersama Camat Tripe Jaya bergerak menuju lokasi terdampak bencana di Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan.
Bantuan disalurkan untuk satu unit sekolah dasar dan satu masjid yang terdampak bencana. Adapun bantuan yang diberikan berupa kain sarung, sajadah, mukena, baju koko dewasa, Al-Qur’an, air mineral, family kit, kasur, serta bantal.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabencana,” ucap Illiza.
Wali Kota Banda Aceh itu menegaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap masyarakat Gayo Lues yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, sinergi antar pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap aksi kemanusiaan dan memperkuat kerja sama lintas daerah demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Illiza juga memboyong relawan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) serta mitra kemanusiaan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya dukungan kesehatan dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat (23/1/2026). Rombongan Pemko Banda Aceh mengawali aktivitas dari Pendopo Bupati Gayo Lues menuju Balai Latihan Kerja (BLK) Blang Kejeren di Kampung Agusen, yang saat ini difungsikan sebagai sekolah tenda darurat bagi siswa terdampak bencana.
Di lokasi tersebut, Illiza menyerahkan bantuan berupa pakaian sekolah kepada para siswa, sekaligus menyapa anak-anak dan tenaga pendidik. Kegiatan dilanjutkan dengan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.

Sekolah yang menerima bantuan meliputi SD Negeri 12 Blang Kejeren (Agusen) sebanyak 124 siswa, SMP Atap Agusen sebanyak 33 siswa, serta SD Negeri 4 Pantan Cuaca sebanyak 52 siswa.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gampong Kuning dan Gampong Cane Toa, Kecamatan Rikit Gaib. Sepanjang perjalanan, rombongan melintasi akses jalan yang masih dipenuhi material sisa banjir bandang, dengan sejumlah ruas jalan rusak dan sebagian daratan berubah menjadi aliran sungai.
Di lokasi tersebut, Illiza menyerahkan bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan yang dititipkan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Kota Banjarbaru. Diketahui, Wali Kota Banda Aceh juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim APEKSI Pusat.
Berdasarkan data tim Prokopim di lapangan, Desa Kuning mencatat 105 kepala keluarga terdampak banjir bandang. Sebanyak 36 unit rumah hanyut dan 27 unit rumah mengalami rusak berat. Jumlah pengungsi mencapai 281 jiwa, termasuk 39 balita, serta 82 anak usia sekolah terdampak.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Karena itu, selain bantuan fisik, pendampingan mental dan pemulihan rasa aman menjadi perhatian utama kami,” ujar Illiza.
Ia menegaskan kehadiran Pemko Banda Aceh di Gayo Lues merupakan pesan moral bahwa masyarakat terdampak tidak sendiri dalam menghadapi musibah.
“Kami hadir untuk menyampaikan pesan bahwa ini adalah musibah bersama. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menguatkan dan membantu proses pemulihan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi














