EKONOMI & BISNISPEMERINTAHANUTAMA

Pemerintah Aceh Dukung MBG Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

132
×

Pemerintah Aceh Dukung MBG Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (22/1/2026). Foto: Adpim Setda Aceh

MITRABERITA.NET | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga prioritas Pemerintah Aceh dalam membangun generasi sehat dan memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi daerah.

Di samping itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh.

Langkah tersebut dinilai strategis untuk memastikan program nasional ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah secara nyata.

Penegasan itu disampaikan Sekda Aceh saat memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan MBG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Aceh, Koordinator Wilayah MBG, serta Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG kabupaten/kota, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (22/1/2026).

M. Nasir mengungkapkan, hingga saat ini ratusan dapur MBG telah terbentuk di berbagai wilayah Aceh dan jumlah tersebut terus bertambah. Jika target lebih dari 900 dapur MBG berhasil direalisasikan, maka diperkirakan sekitar Rp7 triliun anggaran akan beredar melalui program tersebut.

Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan ekonomi lokal, terutama dengan memastikan belanja bahan baku dapur MBG dilakukan di dalam daerah, bukan bergantung pada pasokan dari luar Aceh.

“Distribusi memang harus lancar, tetapi yang lebih penting adalah ketersediaan stok bahan baku di daerah. Jangan sampai bahan pangan justru dibeli dari luar Aceh,” tegas Nasir.

Ia menyebutkan, apabila minimal 70 persen kebutuhan bahan baku dapur MBG dipenuhi dari produksi lokal, maka sekitar Rp5 triliun dana akan berputar di Aceh. Perputaran uang tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi petani, peternak, pelaku UMKM, dan masyarakat secara luas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sekda Aceh meminta pemerintah kabupaten/kota berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menjamin ketersediaan bahan baku di wilayah masing-masing.

Nasir juga menginstruksikan agar dinas teknis terkait dikerahkan untuk mendorong peningkatan produksi masyarakat. “Dorong masyarakat menanam sayur-mayur, kembangkan peternakan, dan perkuat rantai pasok lokal. Ini bukan cerita kosong, karena uangnya sudah tersedia dalam program MBG,” ujarnya.

Dengan optimalisasi pemanfaatan bahan baku lokal, Sekda Aceh optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi daerah, serta berkontribusi dalam upaya penurunan angka kemiskinan di Aceh.

Editor: Redaksi

Media Online