EKONOMI & BISNIS

Kemiskinan Aceh Diprediksi Bakal 40 Persen Akibat Bencana, Kepala BI Aceh: Mungkin Akan Naik Sedikit

193
×

Kemiskinan Aceh Diprediksi Bakal 40 Persen Akibat Bencana, Kepala BI Aceh: Mungkin Akan Naik Sedikit

Sebarkan artikel ini
Kepala BI Provinsi Aceh Agus Agus, saat bincang bareng media di Tropicollo Banda Aceh, Rabu 21 Januari 2026. FOTO: MITRABERITA.NET

MITRABERITA.NET | Isu potensi lonjakan angka kemiskinan di Aceh akibat bencana alam mendapat perhatian serius Bank Indonesia Provinsi Aceh. Meski demikian, BI menilai dampaknya perlu dikaji lebih mendalam sebelum menarik kesimpulan.

Kepala BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menanggapi prediksi yang menyebutkan angka kemiskinan Aceh bisa mencapai 40 persen akibat rusaknya infrastruktur, terputusnya jalan dan jembatan, serta terganggunya distribusi barang di sejumlah daerah terdampak bencana.

“Kalau itu perlu kajian bagaimana dampaknya terhadap kemiskinan, karena kami nggak ada kajiannya untuk yang arahnya ke kemiskinan,” kata Agus, saat bincang bareng media di Tropicollo Banda Aceh, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dari sisi pertumbuhan ekonomi, proyeksi antara tahun 2025 dan 2026 tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu signifikan.

“Kalau kita melihat ke pertumbuhan ekonomi antara 2025 dan 2026 itu tidak jauh. Untuk 2026 mungkin akan naik sedikit dibandingkan dengan 2025, tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Namun, Agus mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa berubah jika Aceh kembali dilanda bencana besar yang memengaruhi aktivitas ekonomi. “Kecuali kalau sampai ada bencana lagi yang dapat mempengaruhi,” tambahnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi dan Bisnis yang juga Akademisi Universitas Syiah Kuala, Dr Amri, SE, MSi, menyampaikan bahwa angka kemiskinan Aceh berpotensi meningkat hingga 40 persen jika dampak bencana tidak segera ditangani.

Ia menyoroti rusaknya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan sebagai faktor utama. (Baca: Ancaman Lonjakan Kemiskinan Mengintai Aceh, Dampak Bencana Berpotensi Picu Krisis Sosial Ekonomi)

BI Provinsi Aceh menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memulihkan infrastruktur dan memastikan roda ekonomi tetap bergerak, guna menekan potensi peningkatan kemiskinan di daerah.

Editor: Redaksi

Media Online