NASIONALUTAMA

Kepala BGN Sebut Program MBG Dorong Pelajar Lebih Semangat Sekolah dan Jarang Sakit

293
×

Kepala BGN Sebut Program MBG Dorong Pelajar Lebih Semangat Sekolah dan Jarang Sakit

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Foto: Ulasan.co)

MITRABERITA.NET | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan semangat belajar anak-anak Indonesia.

Program prioritas nasional tersebut tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini menyambut Indonesia Emas 2045.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa implementasi MBG telah memberikan perubahan signifikan, khususnya bagi pelajar di berbagai daerah. Program tersebut telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat.

“Kita sudah bisa melihat bagaimana perubahannya. Dengan adanya program makan bergizi gratis, anak-anak jadi lebih semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka terlihat lebih aktif belajar, fisiknya lebih kuat, dan jarang sakit,” ujar Dadan Hindayana seperti dikutip dari Detik20.

Menurut Dadan, intervensi gizi melalui program MBG menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai stunting dan masalah gizi kronis yang selama ini menghambat tumbuh kembang anak Indonesia.

Pemenuhan kebutuhan gizi harian dinilai sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta produktivitas anak di lingkungan sekolah.

Program MBG sendiri dirancang dengan pendekatan terintegrasi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sentra. Setiap dapur menyajikan menu makanan sehat, higienis, dan sesuai standar gizi nasional dengan mengacu pada prinsip “Isi Piringku”.

Setiap porsi makanan bergizi gratis yang disajikan kepada para penerima manfaat sudah harus memenuhi sekitar 25–35 persen kebutuhan gizi harian.

Selain berfokus pada peningkatan kesehatan, program MBG juga diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya diharapkan tumbuh optimal, lebih fokus belajar, serta memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan.

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Rantai pasok program ini melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan membantu menstabilkan harga pangan di daerah.

Dari sisi pembiayaan, program MBG didukung oleh alokasi anggaran besar melalui APBN 2025. Pemerintah memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan pengawasan ketat yang melibatkan Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta sistem digital untuk memantau distribusi dan kualitas makanan.

Dadan menegaskan, keberhasilan program MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat. Semua pihak diharapkan juga mendukung program pemerintah ini.

Ia optimistis, dengan pengawasan yang konsisten dan dukungan semua pihak, program ini akan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

“Program makan bergizi gratis bukan sekadar memberi makanan, tetapi investasi besar bagi masa depan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Media Online