MITRABERITA.NET | Akses transportasi masyarakat di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, kembali terhubung setelah Jembatan Bailey darurat di Panton Nisam rampung dibangun 100 persen.
Jembatan yang berlokasi di Jalan Cot Poto, Desa Panton, tersebut diselesaikan pada Jumat 2 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir.
Pembangunan jembatan darurat ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) dari Zeni Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kehadiran jembatan Bailey menjadi solusi cepat atas terputusnya jalur penghubung utama yang sebelumnya menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.
Jembatan Bailey Panton Nisam dibangun dengan tipe Bailey 1-1 sepanjang 39 meter atau terdiri dari 13 petak. Konstruksi jembatan menggunakan material berkualitas dari Yonzikon 13 dan Yonzikon 14, sehingga menghasilkan struktur yang kokoh dan stabil.
Jembatan ini dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton, sehingga aman dilalui kendaraan operasional maupun kendaraan masyarakat sesuai ketentuan.
Dalam proses pengerjaan, pembangunan jembatan melibatkan 25 personel Yonzipur 4 dan 14 personel Denzipur 3, dengan pendampingan langsung dari Koramil 23/Nisam. Para Babinsa setempat turut berperan aktif dalam pengamanan, pengawasan, serta menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
Secara fungsional, jembatan Bailey darurat ini menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah, yang merupakan jalur vital bagi aktivitas warga. Akses tersebut sangat penting untuk menunjang mobilitas harian masyarakat, kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perputaran ekonomi lokal.
Hingga akhir pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan bahkan selesai lebih cepat dari target waktu yang direncanakan. Struktur jembatan kini berdiri kokoh dan siap digunakan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan tetap memperhatikan batas beban demi keselamatan bersama.
Kehadiran prajurit Zeni Angkatan Darat bersama personel Koramil 23/Nisam di lokasi pembangunan mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sebelumnya, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu akibat terputusnya akses utama.
Salah seorang warga Desa Panton menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada TNI. Jembatan ini sangat berarti bagi kami karena selama ini aktivitas masyarakat sangat terganggu. Semoga jembatan ini bermanfaat bagi warga dan menjadi amal ibadah bagi seluruh prajurit yang terlibat,” ungkapnya.
Editor: Redaksi












