MITRABERITA.NET | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengirim lebih dari 30 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar).
Bantuan tersebut dilepas keberangkatannya pada Rabu siang 10 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian PKB dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pengiriman bantuan dilakukan dengan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi untuk menunjukkan bahwa masyarakat Aceh tidak sendiri,” ujar Cucun, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra.
Cucun menjelaskan, total bantuan lebih dari 30 ton itu terdiri dari 20 ton sembako, 10 ton pakaian seperti baju, celana, dan pakaian dalam, serta 1.000 karton makanan siap saji dan air mineral
Menurutnya, bantuan ini merupakan upaya cepat PKB untuk menjawab kebutuhan dasar warga di pengungsian maupun daerah yang masih sulit dijangkau pascabencana.
Cucun juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan serta masyarakat Indonesia yang telah menggalang bantuan sejak hari pertama bencana terjadi. Aksi solidaritas publik yang berhasil mengumpulkan donasi hingga puluhan miliar, kata dia, menunjukkan kuatnya empati masyarakat.
“Sebagai anak bangsa, saya melihat kepedulian antarsesama begitu tinggi. Kami ingin memastikan ruang kolaborasi semakin besar, karena dalam situasi seperti ini negara dan masyarakat harus bekerja sebagai satu kesatuan,” ucapnya.
Usai melepas bantuan secara simbolis, Cucun bersama rombongan bertolak ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk meninjau langsung fasilitas umum yang rusak akibat banjir. Rombongan juga berdialog dengan warga terdampak guna mendengarkan langsung kebutuhan mendesak di lapangan.
“Kami menyampaikan doa dan solidaritas terdalam dari keluarga besar PKB untuk masyarakat Aceh. Kami tahu ini masa yang berat, tetapi kami juga melihat kekuatan dan keteguhan warga Aceh yang tidak pernah hilang,” tutupnya.
Editor: Redaksi














