MITRABERITA.NET | Keputusan mengejutkan Elon Musk untuk mundur dari kabinet Presiden Donald Trump bukan hanya soal ketidaksepahaman kebijakan.
Di balik layar, tekanan besar dari para investor Tesla dan kegaduhan politik yang tak kunjung reda disebut sebagai dua faktor utama yang mendorong sang miliarder untuk angkat kaki dari dunia pemerintahan.
Musk, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), mendapati dirinya berada di tengah badai kritik. Investor Tesla yang selama ini setia pada visinya, mulai mempertanyakan komitmennya terhadap perusahaan.
Alasannya jelas. Sejak awal tahun, saham Tesla anjlok hingga 11%, diperparah oleh pernyataan-pernyataan politik Musk yang viral dan kontroversial di media sosial.
“Fokusnya terbagi, dan itu menciptakan ketidakpastian,” ujar seorang analis Wall Street.
“Pasar tidak suka CEO yang lebih sibuk bicara soal reformasi birokrasi Washington daripada inovasi baterai atau teknologi otonom.”
Tak hanya tekanan dari investor, langkah politik Musk selama ini juga menimbulkan dilema. Tahun lalu, ia menggelontorkan lebih dari US$300 juta untuk mendukung kampanye Trump dan Partai Republik, sebuah langkah yang dianggap berisiko tinggi bagi citra netralitas bisnis Tesla dan SpaceX.
Namun sinyal perubahan sikap mulai terlihat. Dalam forum ekonomi di Qatar awal Mei, Musk menyatakan bahwa dirinya akan “mengurangi secara signifikan” dukungan politik ke depan.
“Saya rasa, saya sudah memberi terlalu banyak,” katanya, seolah memberi isyarat bahwa idealismenya terkikis oleh realitas politik yang kotor dan melelahkan.
Nasib DOGE tanpa Musk?
Meski mundur, Musk meninggalkan warisan besar lewat program DOGE –Departemen Efisiensi Pemerintah– yang selama empat bulan terakhir melakukan perombakan besar-besaran terhadap birokrasi AS.
Hampir 260.000 pegawai federal dipangkas dalam waktu singkat, menjadikan DOGE sebagai simbol reformasi ekstrem ala Musk dalam kabinet Trump.
Namun kini muncul pertanyaan besar: tanpa kehadiran Musk, apakah DOGE akan tetap berdiri sebagai kekuatan transformasi, atau justru berubah menjadi birokrasi baru yang kehilangan arah?
Pemerintah memastikan bahwa DOGE tidak akan dibubarkan. “Misi DOGE akan terus berlanjut sebagai budaya kerja baru dalam pemerintahan,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.
Namun para pengamat skeptis. “DOGE itu Musk. Tanpa dia, tak ada magnet, tak ada ketakutan, dan mungkin tak ada lagi dorongan,” kata seorang mantan penasihat Gedung Putih.
Editor: Tim Redaksi








