EKONOMI & BISNISUTAMA

Alasan Indonesia Kecanduan Impor Minyak dari Singapura

461
×

Alasan Indonesia Kecanduan Impor Minyak dari Singapura

Sebarkan artikel ini
Alasan Indonesia Kecanduan Impor Minyak dari Singapura. (Foto: Ilustrasi - Beritatrans.com)

MITRABERITA.NET | Di balik angka impor minyak Indonesia yang tinggi dari Singapura, ternyata tersimpan sebuah ironi dan strategi global yang menarik. Negara kecil tanpa sumber minyak ini justru menjadi pemasok utama bagi Indonesia dan banyak negara lain di kawasan.

Lantas, mengapa Indonesia “kecanduan” impor minyak dari negara yang bahkan tidak punya cadangan minyak sendiri?

Faktanya, Singapura bukan hanya sekadar pedagang, tetapi telah menjelma menjadi pusat industri pengolahan dan perdagangan minyak terbesar di Asia Pasifik.

Seperti dilansir dari CNBCIndonesia, dengan luas wilayah hanya 728,6 km², Singapura dijuluki “Houston-nya Asia” berkat dominasinya dalam sektor hilir minyak dan gas dunia.

Singapura memiliki kapasitas penyulingan minyak mentah sebesar 1,5 juta barel per hari (bph), yang menempatkannya di posisi kelima dunia dalam kapasitas pengolahan minyak.

Dengan kelebihan yang dimiliki Singapura, mereka berhasil menjadi pengekspor utama produk minyak olahan ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia.

Kilang-kilang mereka merupakan bagian dari pusat pengilangan terbesar ketiga di dunia, setelah Rotterdam dan Houston, membuktikan bahwa nilai strategis bukan ditentukan oleh sumber daya alam semata, tetapi oleh manajemen, teknologi, dan visi jangka panjang.

Indonesia, meskipun kaya sumber daya energi, masih bergantung pada produk minyak olahan dari luar negeri karena kapasitas pengolahan domestik belum memadai. Di sinilah peran Singapura sebagai pemasok yang sangat efisien dan terintegrasi secara logistik.

Tak hanya itu, Singapura memiliki pelabuhan tersibuk di dunia, sekaligus menjadi pusat pengisian bahan bakar kapal (bunkering) terbesar global, dengan penjualan mencapai 45 juta ton metrik per tahun, atau sekitar 15% dari total penjualan bahan bakar kapal dunia.

Singapura juga menjadi rumah bagi industri pengeboran lepas pantai, konversi FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading), dan logistik minyak dan gas paling lengkap di Asia. Hampir seluruh pemain utama industri migas global memiliki kantor regional di negara ini.

Dengan jaringan perdagangan minyak yang menjangkau Teluk Persia, Asia Timur, Australia hingga Pantai Barat AS, Singapura telah menempatkan dirinya sebagai pemain utama dalam ekosistem energi global, bahkan tanpa cadangan minyak sekalipun.

Indonesia tidak sendirian. Negara-negara seperti India, Vietnam, Malaysia, Australia, Thailand, bahkan Amerika Serikat, juga mengimpor produk minyak dari Singapura.

Di balik ketergantungan ini, sebenarnya ada pelajaran penting, bahwa kekuatan ekonomi tidak hanya dibangun dari kekayaan alam, tetapi juga dari kebijakan strategis, investasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya manusia yang unggul.

Jadi, ketika Indonesia terus membeli dari Singapura, itu bukan semata-mata karena keterpaksaan, tetapi karena Singapura telah menempatkan dirinya sebagai pusat minyak dunia yang tak tergantikan, meskipun tidak punya setetes pun minyak di perut buminya.

Editor: Tim Redaksi

Media Online